“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi: Perayaan resmi HUT Provinsi Banten ke-26 di pusat pemerintahan dengan realita kehidupan warga kecil di pelosok daerah.

Foto Ilustrasi: Perayaan resmi HUT Provinsi Banten ke-26 di pusat pemerintahan dengan realita kehidupan warga kecil di pelosok daerah.

Saniin tidak mengetahui bahwa Banten sedang memperingati HUT ke-26. Ia menilai kondisi pendidikan di wilayahnya sudah cukup baik. Namun, ketika berbicara tentang ekonomi dan pekerjaan, persoalannya berbeda.

“Pendidikan ini lumayan. Tapi ekonomi mah agak-agak susah sekarang. Susah cari kerja. Susah cari kerja, enggak dapat,” ungkapnya.

Kesulitan mencari pekerjaan kemudian bertemu dengan persoalan lain, yaitu meningkatnya harga kebutuhan sehari-hari.

Bagi Saniin, persoalan ekonomi tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya pekerjaan, tetapi juga kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

“Yang penting lah masalah ekonomi agak-agak murah. Belanja-belanja juga agak murah. Sekarang naik semua, memang beban. Susah-susah.”

Dari Panimbang hingga Tunjung Teja dan Mancak, persoalan yang disampaikan warga memiliki bentuk berbeda. Nelayan berbicara tentang kesulitan hidup. Petani berbicara tentang air, peralatan dan ekonomi. Warga lainnya berbicara tentang pekerjaan dan harga kebutuhan.

BACA JUGA :  Kebakaran Biotek Cemari Sungai, Kawasan Taman Tekno Tangsel Diminta Diaudit Total

Di Kota Serang, Hidayat, seorang pedagang, juga tidak mengetahui bahwa Banten sedang memperingati hari jadinya.

Ketika diminta menilai kondisi pemerintahan Banten, Hidayat menyampaikannya dari sudut pandangnya sebagai warga.

“Tidak tahu (HUT Banten). Menurut saya Banten makin acak-acakan pemerintahannya,” pungkasnya.

Empat warga dari wilayah berbeda itu tidak berbicara dengan bahasa statistik. Mereka berbicara dari pengalaman sehari-hari.

BACA JUGA :  Dindikbud Kabupaten Serang Tak Pakai DTSEN dalam SPMB 2026, Salah Kaprah?

Sementara itu, statistik BPS mencatat masih ada 746,73 ribu penduduk miskin, tingkat kemiskinan 5,38 persen, kemiskinan perdesaan 6,23 persen, serta tingkat pengangguran terbuka 6,48 persen pada 2026.

Catatan Redaksi: Di tengah perayaan 26 tahun Provinsi Banten, dua gambaran tersebut bertemu pada satu pertanyaan yang sama: seberapa jauh pembangunan yang dijalankan pemerintah telah menjadi perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat?

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!
Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar
Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?
Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang hingga Kolusi di Balik Pengadaan Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Pemprov Banten
“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Bojonegara Kabupaten Serang dalam Pusaran Reklamasi: Laut Menyusut, Konflik Membesar
Izin Ruang Kawasan Industri Anak Perusahaan Agung Sedayu di Serang Utara Kadaluwarsa

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Jumat, 18 September 2026 - 08:27

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!

Kamis, 17 September 2026 - 12:14

Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 13 September 2026 - 16:36

Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?

Jumat, 4 September 2026 - 03:52

Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page