“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi: Perayaan resmi HUT Provinsi Banten ke-26 di pusat pemerintahan dengan realita kehidupan warga kecil di pelosok daerah.

Foto Ilustrasi: Perayaan resmi HUT Provinsi Banten ke-26 di pusat pemerintahan dengan realita kehidupan warga kecil di pelosok daerah.

Perayaan HUT  Banten ke-26 di pusat pemerintahan bertolak belakang dengan realita warga. Di saat pejabat berpidato, puluhan kilometer di pusat pemerintahan, ada petani dan nelayan yang masih berjuang melawan kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

TOTALBANTEN.COM, SERANG –
Pagi 4 Oktober 2026, perayaan 26 tahun Provinsi Banten berlangsung di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang. Di atas panggung, usia seperempat abad lebih itu dirayakan dengan berbagai narasi capaian pembangunan, program pemerintah dan optimisme tentang masa depan.

“Pembangunan bukan semata-mata tentang seberapa banyak program yang kita laksanakan, tapi tentang seberapa besar manfaat yang dapat dirasakan dan seberapa nyata perubahan yang dapat dihadirkan bagi masyarakat,” kata Andra Soni dalam sambutannya.

Pada hari yang sama, beberapa puluh kilometer dari pusat pemerintahan itu, suasana berbeda terlihat sejumlah daerah. Seperti di Kabupaten Pandeglang, Lebak, Cilegon, Kabupaten Serang bahkan Tangerang.

Tidak ada perayaan. Tidak ada pembicaraan tentang usia Banten yang genap 26 tahun. Hari berjalan sebagaimana hari-hari sebelumnya, dengan persoalan yang jauh lebih dekat dengan kebutuhan hidup sehari-hari.

BACA JUGA :  BNN Banten Bongkar Jaringan Sabu Lintas Pulau: 4,3 Kg Disita, Kurir 'Fast & Furious' Tumbang

Samsuri, seorang nelayan di Kecamatan Panimbang, Pandeglang, bahkan tidak mengetahui bahwa 4 Oktober merupakan hari jadi Provinsi Banten.

Bagi Samsuri, ukuran perubahan selama 26 tahun bukan tentang perayaan hari jadi provinsi. Ia melihatnya dari kehidupan masyarakat yang masih harus berhadapan dengan persoalan kesejahteraan.

“Kita tidak tahu ada HUT Banten, tapi itu gak penting juga kalau masyarakat masih hidup dalam kesusahan,” katanya kepada Total Banten.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) memperlihatkan masih terdapat 746,73 ribu penduduk miskin di Banten pada Maret 2026. Angka tersebut setara dengan 5,38 persen penduduk.

BACA JUGA :  Samsat Serang Bakal Adakan Lomba Menarik dan Unik, Begini Cara Daftarnya Disini, Wajib Pajak Segera Merapat

Kemiskinan tidak tersebar dengan tingkat yang sama. Di wilayah perdesaan, persentase penduduk miskin mencapai 6,23 persen, lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan yang berada pada angka 5,21 persen.

Pada periode yang sama, garis kemiskinan Banten tercatat Rp753.492 per kapita per bulan. Dengan rata-rata anggota rumah tangga miskin sebanyak 5,17 orang, angka tersebut setara dengan sekitar Rp3,9 juta per rumah tangga per bulan.

Angka-angka tersebut menjadi bagian dari gambaran kesejahteraan Banten ketika pembangunan terus berjalan dan berbagai program pemerintah dilaksanakan.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!
Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar
Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?
Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang hingga Kolusi di Balik Pengadaan Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Pemprov Banten
“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Bojonegara Kabupaten Serang dalam Pusaran Reklamasi: Laut Menyusut, Konflik Membesar
Izin Ruang Kawasan Industri Anak Perusahaan Agung Sedayu di Serang Utara Kadaluwarsa

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Jumat, 18 September 2026 - 08:27

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!

Kamis, 17 September 2026 - 12:14

Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 13 September 2026 - 16:36

Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?

Jumat, 4 September 2026 - 03:52

Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page