“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Ilustrasi: Perayaan resmi HUT Provinsi Banten ke-26 di pusat pemerintahan dengan realita kehidupan warga kecil di pelosok daerah.

Foto Ilustrasi: Perayaan resmi HUT Provinsi Banten ke-26 di pusat pemerintahan dengan realita kehidupan warga kecil di pelosok daerah.

Persoalan lainnya terlihat dari kondisi ketenagakerjaan. Pada Mei 2026, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten berada pada angka 6,48 persen.

Jumlah penduduk yang bekerja mencapai 5,88 juta orang. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 2,88 juta orang atau 48,99 persen bekerja dalam kegiatan formal.

Bagi warga yang kehidupannya bergantung pada pekerjaan sehari-hari, angka-angka tersebut hadir dalam bentuk yang berbeda. Ia menjadi soal apakah pekerjaan tersedia, apakah penghasilan cukup untuk memenuhi kebutuhan, dan apakah pendapatan mampu mengikuti kenaikan biaya hidup.

Di Tunjung Teja, Kabupaten Serang, misalnya, Rawian, seorang petani, juga tidak mengetahui bahwa pada hari itu Banten memperingati ulang tahunnya yang ke-26.

Ia tidak menjadikan perayaan sebagai ukuran utama perubahan. Persoalan yang ia rasakan justru berada di sawah dan pada kondisi ekonomi rumah tangga.

“Gak ada kerasa apa-apa masalah Banten 26 tahun itu. Bahkan masalah ekonomi kesulitan,” ujarnya.

BACA JUGA :  Hak Keuangan dan Perjalanan Dinas Dominasi Belanja DPRD Kota Serang, Serap Hampir Rp60 Miliar

Rawian mengatakan persoalan yang dihadapi petani bukan hanya berkaitan dengan hasil pertanian, tetapi juga kebutuhan dasar untuk mengelola lahan.

Air menjadi salah satu persoalan ketika sawah harus tetap digarap. Di sisi lain, keterbatasan peralatan membuat pekerjaan petani tetap bergantung pada kemampuan yang tersedia.

“Belum. Belum pernah sejahtera. Macam di sawah, petani yang nyangkul kekurangan air. Gak ada alat buat penarik di sawahnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  ASN Banten Dapat Tunjangan Besar Masih Bandel saat Apel, BKD Bereaksi Keras!

Namun, Rawian tidak menutup mata terhadap perubahan yang terjadi selama Banten menjadi provinsi. Salah satu yang ia rasakan adalah kondisi jalan di kampungnya yang kini lebih baik.

“Alhamdulillah di kampung saya ini selama 26 tahun masalah jalan udah, alhamdulillah, udah baik. Cuma masalah ekonomi banyak lemah masyarakat,” ungkapnya.

Sedangkan di Kampung Kadu Embe, Desa Sangiang, Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, persoalan serupa muncul dalam bentuk lain.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!
Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar
Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?
Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang hingga Kolusi di Balik Pengadaan Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Pemprov Banten
“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Bojonegara Kabupaten Serang dalam Pusaran Reklamasi: Laut Menyusut, Konflik Membesar
Izin Ruang Kawasan Industri Anak Perusahaan Agung Sedayu di Serang Utara Kadaluwarsa

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Jumat, 18 September 2026 - 08:27

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!

Kamis, 17 September 2026 - 12:14

Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 13 September 2026 - 16:36

Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?

Jumat, 4 September 2026 - 03:52

Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page