Puluhan Emak-emak Lebak-Pandeglang Jadi Korban ‘Arisan Bodong’, Rp2,8 Miliar Raib

Selasa, 15 September 2026 - 16:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pihak korban didampingi kuasa hukum mendatangi Markas Polda Banten. Dok (Dir/totalbanten.com).

Pihak korban didampingi kuasa hukum mendatangi Markas Polda Banten. Dok (Dir/totalbanten.com).

Perekrutan korban dilakukan dengan cara yang terbilang sederhana. Tawaran disebar melalui status WhatsApp, kemudian merembet dari teman ke teman, tetangga hingga kerabat.

“Banyak korban yang diiming-imingi keuntungan dengan berdalih ada investasi atau arisan. Ternyata beberapa grup itu diduga berisi keluarga atau kerabat pelaku sendiri,” kata Eki.

Menurut Eki, skema tersebut mulai berjalan sejak 2025. Para peserta ditawarkan mengikuti sistem yang disebut lelang arisan.

Dalam skema itu, peserta yang membutuhkan uang lebih cepat disebut dapat melelang jatah arisannya. Peserta lain kemudian diminta menomboki uang tersebut dengan imbalan keuntungan sekitar 20 persen.

Pada awalnya, permainan tersebut berjalan mulus. Pengembalian modal dan keuntungan masih diterima sejumlah peserta. Namun, kondisi berubah ketika pembayaran mulai tersendat.

Sebagian peserta hanya menerima keuntungan, sementara modal yang mereka setor tak kunjung kembali.

BACA JUGA :  Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang

“Pada awalnya sistem tersebut berjalan lancar. Pengembalian pokok dan keuntungan masih diberikan kepada sejumlah peserta. Namun, memasuki bulan berikutnya, pembayaran mulai tersendat. Ada peserta yang hanya menerima keuntungan, sedangkan modalnya belum dikembalikan,” ungkapnya.

Kecurigaan korban semakin menguat setelah sejumlah peserta yang sebelumnya tidak saling mengenal membentuk forum komunikasi.

Mereka mulai membuka satu per satu transaksi yang dilakukan. Dari situlah berbagai kejanggalan mulai terungkap.

BACA JUGA :  Kepala SPPG Kabur, Distribusi MBG Sukaratu 6 Pandeglang Terhenti

“Awalnya peserta lelang yang melapor tidak saling mengenal. Kemudian muncul kecurigaan karena uang yang seharusnya dibayarkan ternyata tidak dibayarkan. Akhirnya mereka berkumpul membuat grup peserta lelang,” katanya.

Dari komunikasi antar peserta tersebut, para korban kemudian mengetahui bahwa persoalan pembayaran ternyata sudah terjadi sejak beberapa bulan sebelumnya.

Bahkan, ada korban yang mengaku belum menerima pembayaran sejak Januari 2026 hingga sekarang.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande
Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook
Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk
Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang
Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten
Kapal Ferry Milik PT ASDP Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Dievakuasi
Setahun Kasus Selly Mandek, Penyidik Polresta Tangerang Dipanggil Polda Banten
Rumah Tangga Memanas! Suami Laporkan Istri Atas Kasus Dugaan KDRT

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:25

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:34

Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22

Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:34

Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page