TOTALBANTEN.COM, SERANG – Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah mengaku terus berupaya menekan angka stunting dan gizi buruk melalui optimalisasi tenaga kesehatan, pemerataan sumber daya manusia, serta penguatan kerja sama lintas sektor.
Langkah tersebut ditempuh di tengah keterbatasan anggaran daerah, sementara penanganan masalah gizi pada balita membutuhkan intervensi berkelanjutan yang mampu menjangkau seluruh sasaran.
Ratu Rachmatuzakiyah, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung upaya penurunan stunting dan penanganan gizi buruk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kolaborasi antara perangkat daerah, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat diperlukan agar program kesehatan dapat berjalan secara terintegrasi dan menjangkau kelompok yang membutuhkan perhatian khusus,” kata Ratu Rachmatuzakiyah, Kamis (22/10/2026).
Sementara Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Efrizal, mengatakan pihaknya berupaya memaksimalkan tenaga kesehatan yang tersedia dan mendistribusikannya sesuai kebutuhan pelayanan di lapangan.
Selain itu, Dinkes mendorong keterlibatan pihak swasta dalam memperluas akses pelayanan kesehatan melalui pendirian klinik, apotek, praktik dokter mandiri, praktik bidan mandiri, hingga rumah sakit.
“Memaksimalkan tenaga yang ada, pemerataan tenaga sesuai kondisi yang ada, serta mendorong pihak luar untuk berkontribusi di bidang kesehatan dengan mendirikan klinik, apotek, praktik dokter mandiri, praktik bidan mandiri, dan rumah sakit,” kata Efrizal.
Menurutnya, keterbatasan fiskal daerah menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan dan memperluas pelayanan. Karena itu, Pemkab Serang juga berupaya mencari dukungan melalui jalur lain.
“Kami juga berupaya, walaupun dengan jumlah terbatas, melakukan pengangkatan tenaga kesehatan melalui BLUD yang sudah mampu dari sisi finansial. Kami juga mengusulkan kepada pemerintah pusat atau provinsi untuk pengangkatan tenaga khusus serta melibatkan semua unsur di luar kesehatan agar ikut berperan sesuai bidang masing-masing,” ujarnya.
Efrizal menegaskan, upaya menekan stunting dan gizi buruk tidak cukup hanya melalui penambahan tenaga kesehatan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







