TOTALBANTEN.COM, SERANG – Meningkatnya kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di PT BPR Serang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Serang.
Lembaga legislatif meminta manajemen bank milik daerah itu segera menghadirkan terobosan baru untuk menekan angka kredit macet yang hingga Juni 2026 mencapai sekitar Rp30 miliar.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang, Eki Baihaki, mengatakan kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Menurut dia, BPR Serang perlu menunjukkan langkah konkret, bukan sekadar menyampaikan klaim bahwa kondisi perusahaan masih sehat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita minta inovasi-inovasi dari BPR itu sendiri supaya angka NPL bisa turun. Tapi yang kami lihat justru sebaliknya. Ini yang akan kita evaluasi kembali,” kata Eki, Kamis (11/6/2026).
Eki mengungkapkan, Komisi III DPRD sebenarnya telah meminta laporan kinerja BPR Serang, mulai dari capaian triwulan pertama hingga triwulan kedua tahun ini. Namun hingga saat ini laporan tersebut belum diterima.
“Saya sudah meminta laporan, tetapi sampai sekarang belum diberikan. Yang kami ingin lihat adalah langkah konkret untuk menurunkan kredit macet. Harus ada inovasi,” ujarnya.
Selain menyoroti strategi penanganan kredit bermasalah, DPRD juga meminta BPR Serang memperketat proses analisis sebelum kredit disalurkan kepada calon debitur.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
