Menurut Eki, peningkatan kredit macet menunjukkan perlunya evaluasi terhadap mekanisme pemberian kredit agar risiko gagal bayar dapat ditekan sejak awal.
“Kami sudah menekankan agar persyaratan pemberian kredit benar-benar matang. Jangan sampai kredit diberikan kepada debitur yang sejak awal berpotensi menjadi kredit macet di kemudian hari,” katanya.
Berdasarkan data yang dipelajari DPRD, sektor swasta menjadi salah satu penyumbang terbesar kredit bermasalah di BPR Serang. Banyak debitur berasal dari kalangan pekerja kontrak yang kehilangan sumber pendapatan setelah kontrak kerjanya berakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Eki menjelaskan, pada awalnya pembayaran kredit berjalan lancar karena masih ada hubungan kerja dengan perusahaan. Namun ketika kontrak tidak diperpanjang, sebagian debitur kehilangan kemampuan untuk memenuhi kewajibannya.
“Salah satu penyumbang terbesar berasal dari sektor swasta. Banyak pekerja kontrak yang saat masih bekerja mampu membayar angsuran. Tetapi ketika kontraknya habis dan tidak diperpanjang, kemampuan membayarnya menurun sehingga kredit menjadi macet,” ujarnya.
Selain faktor pekerja swasta, kredit bermasalah juga disebut berasal dari debitur yang mengalami perubahan status pekerjaan, termasuk pegawai yang berhenti bekerja.
Melihat tren kredit bermasalah yang terus meningkat, DPRD Kabupaten Serang berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja BPR Serang. Evaluasi tersebut mencakup efektivitas pengelolaan kredit hingga langkah penyehatan perusahaan.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya