Menurutnya, ketidakhadiran kepala daerah itulah yang seharusnya dipertanyakan secara terbuka, bukan sekadar direspons dengan meninggalkan ruang paripurna.
“Yang perlu dipertanyakan itu enggak usah walk out, Bupati itu ke mana? Kan gampang saja sebetulnya, dan pasti ada alasannya,” katanya.
Ia menilai Fraksi PDIP sebenarnya memiliki ruang untuk tetap berada dalam forum sekaligus menyampaikan kritik mengenai ketidakhadiran Bupati dan mempertanyakan jawaban pemerintah daerah terkait pandangan fraksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau mereka berpikir bahwa sidang itu karena memperjuangkan aspirasi rakyat, ya tetap hadir saja,” ujarnya.
Bagi Adib, forum paripurna justru menjadi ruang untuk menguji secara langsung sikap dan jawaban pemerintah daerah terhadap berbagai persoalan yang berkaitan dengan APBD 2027.
Karena itu, ia menilai keputusan walk out tidak serta-merta memperkuat posisi politik PDIP sebagai oposisi. Bahkan, ia menyebut aksi tersebut sebagai sikap politik yang belum menunjukkan konsistensi.
“Kalau mereka main walk out saja sebenarnya childish, kekanak-kanakan. Itu suka politik begitu,” pungkas Adib.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum menyatakan menghormati pilihan anggota Fraksi PDIP untuk mengikuti atau tidak mengikuti rapat.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







