TOTALBANTEN.COM, SERANG – Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) DPRD Kabupaten Serang memilih walk out dari rapat paripurna penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2027.
Empat anggota Fraksi PDIP meninggalkan ruang rapat setelah Bupati Serang tidak hadir dalam agenda tersebut. Jawaban pemerintah daerah atas pandangan umum fraksi kemudian dibacakan oleh Wakil Bupati Serang. Rapat tetap dilanjutkan karena jumlah anggota DPRD yang hadir memenuhi kuorum.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) Adib Miftahul menilai walk out tersebut tidak mengubah jalannya paripurna. Menurutnya, aksi tersebut lebih menunjukkan simbol sikap politik daripada memberikan pengaruh terhadap proses persidangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya sia-sia. Itu kan hanya simpati publik saja. Mereka sebenarnya mau menggulirkan simpati publik, tapi setengah hati. Mereka ingin jadi oposisi, tapi setengah hati,” kata Adib, Jumat (2/10/2026).
Menurut Adib, jika Fraksi PDIP hendak menunjukkan posisi sebagai oposisi, sikap tersebut semestinya ditunjukkan melalui konsistensi dalam mengawal proses pembahasan, bukan hanya dengan meninggalkan ruang sidang.
Apalagi, walk out tersebut tidak menghentikan paripurna. Rapat tetap berjalan karena jumlah anggota DPRD yang hadir memenuhi kuorum.
“Enggak memengaruhi jalannya sidang juga. Esensinya tetap saja, tetap kuorum, tetap bisa menghasilkan keputusan,” ujarnya.
Adib mengatakan persoalan yang lebih substantif justru berada pada ketidakhadiran Bupati Serang dalam rapat tersebut.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







