TOTALBANTEN.COM, SERANG – Ketika sungai yang menjadi bagian dari aktivitas nelayan membutuhkan penanganan, warga Desa Kubang Puji, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang, justru harus turun tangan dengan peralatan seadanya.
Cangkul menjadi alat utama yang digunakan warga untuk membersihkan dan mengeruk bagian sungai yang dinilai mengganggu kelancaran aliran. Bagi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan, kondisi sungai bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berkaitan langsung dengan aktivitas dan sumber penghidupan mereka.
Warga nelayan Desa Kubang Puji, Maryani, mengatakan normalisasi dilakukan secara swadaya karena kondisi sungai sudah membutuhkan pembersihan. Namun, keterbatasan peralatan membuat kemampuan warga untuk menangani sungai secara menyeluruh sangat terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami melakukan ini karena kondisi sungai memang perlu dibersihkan. Tapi kami hanya punya alat seadanya, seperti cangkul. Kalau dilakukan secara manual tentu kemampuan kami terbatas,” ujar Maryani, Minggu (14/9/2026).
Menurut Maryani, masyarakat tidak keberatan bergotong royong menjaga lingkungan. Namun, hingga kini warga belum merasakan perhatian pemerintah Kabupaten Serang dalam penanganan kondisi sungai tersebut.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







