Nelayan Kubang Puji Normalisasi Sungai Bermodal Cangkul, Pemerintah ke Mana?

Senin, 14 September 2026 - 18:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan Desa Kubang Puji Normalisasi Sungai Dengan Alat Cangkul (Pung/totalbanten).

Nelayan Desa Kubang Puji Normalisasi Sungai Dengan Alat Cangkul (Pung/totalbanten).

“Kami bukan tidak mau gotong royong. Kami tetap akan berusaha menjaga lingkungan, tetapi kami juga berharap pemerintah melihat kondisi kami dan membantu memberikan solusi yang lebih baik,” katanya.

Kondisi tersebut membuat warga mempertanyakan sejauh mana perhatian pemerintah terhadap masyarakat nelayan di Desa Kubang Puji. Warga tetap bekerja dengan kemampuan yang dimiliki, tetapi penanganan sungai secara menyeluruh dinilai membutuhkan dukungan pemerintah.

BACA JUGA :  Sosok AKBP Andri Kurniawan; Anggota Polri yang Dimutasi Jadi Kapolres Serang

Nelayan lainnya, Kasan, mengatakan normalisasi menggunakan cangkul hanya menjadi upaya sementara. Dengan keterbatasan tenaga dan peralatan, warga tidak mungkin menangani seluruh persoalan sungai secara maksimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau hanya mengandalkan cangkul, tentu tidak akan maksimal. Ini hanya bersifat sementara. Kami menginginkan pemerintah desa, kecamatan maupun kabupaten bisa turun langsung melihat kondisi sungai ini,” ujar Kasan.

BACA JUGA :  Hindari Temuan, Inspektorat Kabupaten Serang Ingatkan OPD Tak Ragu Konsultasi

Menurut Kasan, pemerintah desa perlu segera menginventarisasi kondisi sungai serta kebutuhan masyarakat. Data tersebut selanjutnya dapat dikoordinasikan dengan Pemerintah Kecamatan Pontang dan Pemerintah Kabupaten Serang untuk menentukan bentuk penanganan.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande
Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook
Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk
Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang
Anak 15 Tahun Tenggelam di Kolam Retensi Pemprov Banten
Kapal Ferry Milik PT ASDP Terbakar di Selat Sunda, Penumpang Dievakuasi
Setahun Kasus Selly Mandek, Penyidik Polresta Tangerang Dipanggil Polda Banten
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 22:25

Dituntut 5 Tahun Penjara, Direktur PT PMT Minta Dibebaskan dalam Kasus Limbah Cikande

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:34

Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22

Bupati Serang Minta Lintas Sektor Kolaborasi Tekan Stunting dan Gizi Buruk

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Diduga Rem Blong, Mobil Rombongan Manasik Haji Tabrak Motor dan Bus Murni di Pandeglang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page