TOTALBANTEN.COM, SERANG – Besarnya alokasi belanja makan dan minum dalam APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026 kembali menjadi sorotan. Di tengah masih tingginya angka kemiskinan di Banten, anggaran makan dan minum tercatat mencapai Rp110,44 miliar, jauh lebih besar dibandingkan belanja bantuan sosial yang hanya sekitar Rp18,61 miliar.
Anggota Komisi V DPRD Banten, Yeremia Mendrofa, menilai perbandingan tersebut wajar memunculkan pertanyaan publik mengenai arah prioritas belanja daerah.
“Proses perencanaan dan pelaksanaan APBD tentu ada tahapannya dan prinsip dasarnya harus jelas, yakni anggaran daerah harus berpihak kepada kepentingan rakyat. Ketika belanja makan dan minum mencapai sekitar Rp110 miliar, belanja bangunan gedung sekitar Rp25 miliar, sementara belanja bantuan sosial hanya sekitar Rp18 miliar, publik wajar mempertanyakan apakah prioritas anggaran sudah tepat, apalagi masih ada ratusan ribu warga Banten yang hidup dalam kemiskinan,” kata Yeremia kepada Total Banten, Selasa (30/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin di Provinsi Banten masih mencapai 772.780 jiwa. Sementara itu, bantuan sosial tunai yang dialokasikan pemerintah daerah hanya menyasar sekitar 25.000 keluarga penerima manfaat.
Editor : Imam Maulana
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








