Terkait lahan pertanian warga yang dilaporkan mengalami pengikisan yang disebut
dampak dari kegiatan Bedolan Pamarayan tersebut, Febriyanto menekankan pentingnya pemeriksaan lapangan untuk memastikan kondisi yang sebenarnya.
Sebab lanjut Febriyanto, Jika adanya abrasi diakibatkan dengan pelaksanaan Bedolan Pamarayan, Diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi bantaran sungai, karakteristik tanah, pola aliran air, serta faktor teknis lainnya.
“Untuk mendalami abrasi dan sawah kekeringan, tentu harus ada kajian dan pemeriksaan teknis. Saya sudah meminta DPUPR, DPRKP dan Dinas Pertanian untuk melihat kondisi di lapangan secara menyeluruh agar kesimpulan yang diambil benar-benar berdasarkan fakta, ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menilai persoalan tersebut perlu ditangani secara proporsional dengan melibatkan instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan sumber daya air dan penanganan risiko lingkungan.
Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan perangkat daerah terkait diperlukan untuk mengidentifikasi kondisi bantaran, menilai tingkat kerusakan, serta menentukan langkah mitigasi yang sesuai apabila dibutuhkan.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







