Dari Surosowan ke 2045: Lima Abad Perjalanan Kabupaten Serang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kabupaten Serang dari Masa ke Masa (totalbanten).

Ilustrasi Kabupaten Serang dari Masa ke Masa (totalbanten).

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Kabupaten Serang memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Lima abad bukan sekadar rentang waktu yang menandai usia sebuah wilayah, melainkan perjalanan tentang perubahan kekuasaan, pertumbuhan masyarakat hingga perkembangan ekonomi.

Peringatan 500 tahun Kabupaten Serang pada 2026 menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan tersebut secara utuh.

Sejarah memberikan pemahaman tentang asal-usul, pembangunan memperlihatkan perubahan yang telah berlangsung, sedangkan data membantu membaca kondisi hari ini sekaligus merumuskan arah masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabupaten Serang kini berada dalam lanskap pembangunan yang terus bergerak. Wilayah yang memiliki akar sejarah panjang ini berkembang bersama pertumbuhan penduduk, aktivitas industri, pertanian, perdagangan, serta perubahan pola ruang.

Tantangannya bukan semata-mata mengikuti perubahan, melainkan memastikan bahwa setiap perkembangan berjalan selaras dengan karakter wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Dari Banten Girang ke Kabupaten Serang

Sejarah Kabupaten Serang tidak dapat dilepaskan dari perjalanan panjang Banten. Sebelum berkembang menjadi pusat kekuasaan Kesultanan Banten, kawasan ini memiliki keterkaitan dengan Kerajaan Sunda, dengan Banten Girang sebagai salah satu pusat penting pada masa itu.

Perkembangan Islam membawa perubahan besar dalam sejarah kawasan tersebut. Dalam catatan sejarah yang dimuat Pemerintah Kabupaten Serang, Sunan Gunung Jati memiliki peran dalam penyebaran Islam di Banten.

BACA JUGA :  Kencan Pertama Berujung Apes! Pria di Tanara Kehilangan Motor dan HP Usai Kenalan di Facebook

Peralihan pusat pemerintahan dari Banten Girang ke Surosowan kemudian menjadi bagian penting dari terbentuknya Banten sebagai pusat kekuasaan dan perdagangan.

Tanggal 8 Oktober 1526 memiliki kedudukan khusus dalam sejarah Kabupaten Serang. Pemerintah Kabupaten Serang mengaitkan tanggal tersebut dengan peristiwa ketika Pangeran Sabakingking menjadi Pangeran Hasanuddin dan Keraton Surosowan dibangun sebagai pusat pemerintahan.

Penetapan tanggal itu kemudian menjadi dasar Hari Jadi Kabupaten Serang melalui Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Serang Nomor 17 Tahun 1985. Dengan demikian, peringatan lima abad pada 2026 merujuk pada penetapan hari jadi tersebut, sekaligus menjadi kesempatan untuk memahami perjalanan sejarah Banten yang lebih luas.

Perjalanan Banten selanjutnya melewati masa kesultanan, kolonialisme, pendudukan Jepang, hingga terbentuknya Republik Indonesia. Setiap periode membawa perubahan pada tata pemerintahan, hubungan sosial, dan kehidupan ekonomi masyarakat.

Jejak sejarah itu tidak hanya tersimpan dalam catatan masa lalu, tetapi juga melekat pada identitas wilayah dan kehidupan masyarakat Serang hingga sekarang.

Dalam perjalanan menuju masa kini, Kabupaten Serang berkembang sebagai wilayah administratif dengan karakter yang beragam. Kawasan perdesaan, sentra pertanian, permukiman, kawasan industri, dan wilayah pesisir membentuk satu kesatuan ruang dengan kebutuhan pembangunan yang berbeda-beda.

Keragaman tersebut menjadi bagian penting dalam memahami Kabupaten Serang: wilayah yang tidak hanya memiliki warisan sejarah, tetapi juga sumber daya dan potensi untuk terus berkembang.

BACA JUGA :  Bus Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Terlibat Kecelakaan usai Pulang dari Tanah Suci

Lima Abad Perubahan dan Pertumbuhan

Perubahan Kabupaten Serang berlangsung dalam berbagai dimensi. Pembangunan tidak hanya berkaitan dengan bertambahnya infrastruktur atau meningkatnya kegiatan ekonomi, tetapi juga menyangkut kualitas manusia, akses terhadap pelayanan dasar, kesempatan kerja, dan kemampuan masyarakat untuk mengambil bagian dalam perkembangan wilayahnya.

Arah pembangunan jangka panjang Kabupaten Serang telah dirumuskan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 8 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2025–2045.

Dokumen tersebut menempatkan pembangunan sebagai proses jangka panjang yang harus terhubung dengan rencana pembangunan nasional, rencana pembangunan Provinsi Banten, serta rencana tata ruang wilayah.

Hubungan antardokumen itu penting agar pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejahteraan tidak berjalan sendiri-sendiri. [Perda Kabupaten Serang Nomor 8 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025–2045.]

Evaluasi dalam dokumen RPJPD memperlihatkan sejumlah perkembangan pada indikator makro pembangunan. Untuk periode evaluasi 2015–2026, capaian indeks pembangunan manusia tercatat sebesar 104,86 persen dari target, produk domestik regional bruto per kapita atas dasar harga berlaku sebesar 127,80 persen, penurunan kemiskinan sebesar 102,55 persen, dan penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 128,31 persen.

BACA JUGA :  Kisah Inspiratif Bahrul Ulum; Anak Petani yang Memimpin Parlemen di Serang

Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi mencapai 99,02 persen dari target. Secara keseluruhan, capaian indikator makro pembangunan dalam evaluasi tersebut berada pada angka 87,50 persen dan dikategorikan tinggi.

Angka-angka tersebut memberikan gambaran tentang capaian pembangunan dalam periode yang dievaluasi. Namun, makna pembangunan pada akhirnya juga berkaitan dengan pengalaman masyarakat dalam kehidupan sehari-hari: kesempatan memperoleh pendidikan, akses terhadap pelayanan kesehatan, ketersediaan pekerjaan, daya beli, serta kemudahan menjangkau fasilitas publik.

Karena itu, perjalanan lima abad Kabupaten Serang tidak cukup dibaca melalui usia dan perubahan administratif. Perjalanan tersebut juga dapat dipahami melalui kemampuan wilayah ini mengembangkan sumber daya, memperluas kesempatan, dan membangun fondasi yang memungkinkan masyarakat beradaptasi dengan perubahan zaman.

Ketika Penduduk, Ekonomi, dan Kota Bertumbuh

Kabupaten Serang memiliki basis ekonomi yang beragam. Industri pengolahan, pertanian, perdagangan, konstruksi, serta jasa berkontribusi terhadap kegiatan ekonomi daerah.

Perbedaan karakter antarkawasan membuat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang tidak hanya bergantung pada satu sektor, tetapi juga pada hubungan antara pusat-pusat kegiatan ekonomi dan wilayah yang menopang kebutuhan pangan, tenaga kerja, permukiman, serta jasa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Serang memperlihatkan bahwa produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai sekitar Rp108,87 triliun.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lima Abad Banten; dari Kesultanan, Perebutan Ruang dan Arah Anggaran
Mahasiswa UNPAM Serang Apresiasi Penambahan Anggaran Bencana, Minta Penggunaannya Diawasi
Jurnalisme di Persimpangan Zaman: Antara Kecepatan, Algoritma, dan Tanggung Jawab Publik
Desa yang Tertinggal Sendirian di Serang
Membangun Media di Tengah Runtuhnya Kepercayaan Publik
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:30

Dari Surosowan ke 2045: Lima Abad Perjalanan Kabupaten Serang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:11

Lima Abad Banten; dari Kesultanan, Perebutan Ruang dan Arah Anggaran

Kamis, 10 September 2026 - 14:43

Mahasiswa UNPAM Serang Apresiasi Penambahan Anggaran Bencana, Minta Penggunaannya Diawasi

Kamis, 23 Juli 2026 - 09:31

Jurnalisme di Persimpangan Zaman: Antara Kecepatan, Algoritma, dan Tanggung Jawab Publik

Senin, 18 Mei 2026 - 14:25

Desa yang Tertinggal Sendirian di Serang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page