Selat Sunda dan Duka yang Belum Berujung

Kamis, 17 September 2026 - 22:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Banten, Tim SAR Gabungan dan sejumlah jurnalis saat mendoakan delapan orang yang hilang di Selat Sunda. (Dok)

Gubernur Banten, Tim SAR Gabungan dan sejumlah jurnalis saat mendoakan delapan orang yang hilang di Selat Sunda. (Dok)

TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG – Doa dan deretan mawar putih berjejer rapi di atas meja. Di bawah bingkai foto, selembar kertas bertuliskan tangan berisi harapan agar para pewarta kembali dengan selamat diletakkan berdampingan dengan bunga.

Dalam foto itu, lima jurnalis tampak mengenakan pelampung keselamatan dengan Gunung Anak Krakatau sebagai latar.

Foto tersebut dibuat ketika perjalanan jurnalistik masih berlangsung. Tidak ada yang tahu bahwa beberapa hari kemudian, gambar itu akan menjadi bagian dari doa dan penantian.

Lima jurnalis bersama tiga kru kapal Arupadhatu I berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka hendak menjalankan tugas peliputan aktivitas gunung api di perairan Selat Sunda.

Lima jurnalis itu adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA Foto, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency dan Donal Husni, jurnalis lepas. Di dalam kapal terdapat Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK dan Heriyanto sebagai pemandu.

BACA JUGA :  Pembayaran PKB di Luar RKUD Diduga Labrak Aturan, Gubernur Banten Bungkam

Komunikasi dengan Arupadhatu I kemudian terputus. Sejak saat itu, perjalanan delapan orang tersebut berubah menjadi pencarian panjang di perairan Selat Sunda.

Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur untuk mencari keberadaan kapal. Wilayah pencarian diperluas mengikuti informasi yang diperoleh selama operasi.

Pada masa akhir pencarian, area operasi mencapai sekitar 8.509 nautical mile persegi dan dibagi menjadi 10 sektor. Sebanyak 24 kapal dan 523 personel dikerahkan. Helikopter, drone dan sea rider juga digunakan untuk menyisir wilayah yang menjadi sektor pencarian.

BACA JUGA :  Erupsi Gunung Krakatau Bikin Warga Serang Terpapar ISPA, Dinkes: Angkanya Fluktuatif

Salah satu informasi yang ditindaklanjuti berasal dari pancaran telepon seluler yang mengarah ke sekitar Pulau Sebesi, Lampung. Tim melakukan penyisiran di kawasan tersebut. Namun Arupadhatu I tidak ditemukan.

Editor : Andre S Negara

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Alasan Bedolan Pamarayan Serang 7 Tahun Mati Suri hingga Dihidupkan Kembali di Era Bupati Zakiyah
Bedolan Pamarayan Kembali Bergelora di Era Bupati Zakiyah Setelah 7 Tahun Mati Suri, UMKM Ikut Bergerak!
Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang
MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi
Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut
Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH
Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49

Alasan Bedolan Pamarayan Serang 7 Tahun Mati Suri hingga Dihidupkan Kembali di Era Bupati Zakiyah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:56

Bedolan Pamarayan Kembali Bergelora di Era Bupati Zakiyah Setelah 7 Tahun Mati Suri, UMKM Ikut Bergerak!

Kamis, 17 September 2026 - 22:52

Selat Sunda dan Duka yang Belum Berujung

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:11

Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:07

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page