Pencarian kemudian terus bergerak mengikuti berbagai petunjuk. Kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau diperiksa. Sejumlah benda yang ditemukan mengapung di laut juga diperiksa satu per satu.
Selama operasi, terdapat 13 objek yang ditemukan, antara lain jaket pelampung, terpal, helm dan sejumlah material lainnya. Setiap temuan membawa kemungkinan baru bagi tim pencari.
Namun setelah diperiksa dan dikonfirmasi dengan unsur Polairud, benda-benda tersebut tidak berkaitan dengan Arupadhatu I.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebuah terpal hijau berukuran sekitar 10 x 10 meter yang ditemukan menjelang berakhirnya pencarian sempat menjadi perhatian. Pemeriksaan kemudian memastikan benda itu bukan bagian dari perlengkapan kapal yang dicari.
Hari berganti. Pencarian memasuki hari kesembilan pada Rabu (16/9/2026). Arupadhatu I belum ditemukan.
Pada saat yang sama, informasi lain datang dari Pulau Enggano, Bengkulu. Jenazah tanpa identitas ditemukan di wilayah tersebut. Data DNA keluarga delapan orang yang hilang kemudian diserahkan untuk proses identifikasi.
Hingga Kamis (17/9/2026), belum ada hasil yang mengonfirmasi bahwa jenazah tersebut merupakan salah satu dari delapan orang di Arupadhatu I. Secara resmi, kedelapan orang itu masih dinyatakan hilang.
Hari ke-10 menjadi batas operasi pencarian aktif setelah masa perpanjangan selama tiga hari berakhir. Di Carita, Kabupaten Pandeglang, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan keputusan penghentian operasi SAR Gabungan.
“Dengan berat hati, pelaksanaan operasi SAR Gabungan dinyatakan dihentikan,” ujar Andra.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







