TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG – Doa dan deretan mawar putih berjejer rapi di atas meja. Di bawah bingkai foto, selembar kertas bertuliskan tangan berisi harapan agar para pewarta kembali dengan selamat diletakkan berdampingan dengan bunga.
Dalam foto itu, lima jurnalis tampak mengenakan pelampung keselamatan dengan Gunung Anak Krakatau sebagai latar.
Foto tersebut dibuat ketika perjalanan jurnalistik masih berlangsung. Tidak ada yang tahu bahwa beberapa hari kemudian, gambar itu akan menjadi bagian dari doa dan penantian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lima jurnalis bersama tiga kru kapal Arupadhatu I berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau pada Senin (7/9/2026). Mereka hendak menjalankan tugas peliputan aktivitas gunung api di perairan Selat Sunda.
Lima jurnalis itu adalah M Bagus Khoirunnas dari ANTARA Foto, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency dan Donal Husni, jurnalis lepas. Di dalam kapal terdapat Warta sebagai kapten, Surakman sebagai ABK dan Heriyanto sebagai pemandu.
Komunikasi dengan Arupadhatu I kemudian terputus. Sejak saat itu, perjalanan delapan orang tersebut berubah menjadi pencarian panjang di perairan Selat Sunda.
Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur untuk mencari keberadaan kapal. Wilayah pencarian diperluas mengikuti informasi yang diperoleh selama operasi.
Pada masa akhir pencarian, area operasi mencapai sekitar 8.509 nautical mile persegi dan dibagi menjadi 10 sektor. Sebanyak 24 kapal dan 523 personel dikerahkan. Helikopter, drone dan sea rider juga digunakan untuk menyisir wilayah yang menjadi sektor pencarian.
Salah satu informasi yang ditindaklanjuti berasal dari pancaran telepon seluler yang mengarah ke sekitar Pulau Sebesi, Lampung. Tim melakukan penyisiran di kawasan tersebut. Namun Arupadhatu I tidak ditemukan.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







