Berdasarkan informasi yang diterimanya, anggaran BTT tersebut masih sekitar Rp10 miliar, dengan penggunaan sejauh ini sekitar Rp2 miliar.
“Kalau untuk anggaran kegiatan, setidaknya ada BTT atau dana tidak terduga. Itu kita masih ada kurang lebih sekitar Rp10 miliar. Kalau informasi kemarin baru terpakai sekitar Rp2 miliaran,” ujarnya.
Ia menegaskan penggunaan anggaran tetap mengikuti mekanisme pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
DPRD Kabupaten Serang juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya mempersiapkan penanganan kekeringan.
Setelah periode kemarau panjang, pemerintah perlu mengantisipasi potensi bencana lain yang dapat muncul ketika memasuki musim penghujan, termasuk banjir.
“Setelah kemarau berkepanjangan, kita juga harus mempersiapkan khawatir dampaknya banjir. Biasanya kadang di bulan Desember atau akhir tahun,” kata Supiyanto.
Karena itu, perencanaan anggaran, kesiapan infrastruktur, serta koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan daerah menghadapi perubahan kondisi cuaca.
DPRD Kabupaten Serang berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, PDAM, BAZNAS, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan seluruh stakeholder terus diperkuat.
Penanganan kebutuhan air bersih diharapkan tidak hanya mampu menjawab kebutuhan masyarakat saat kondisi darurat, tetapi juga menghasilkan sistem penyediaan air yang lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.
“Kami sekali lagi mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada PDAM dan seluruh stakeholder terkait bantuan air bersih kepada masyarakat kami yang terdampak di wilayah Kabupaten Serang,” pungkasnya. (ADV)







