TOTALBANTEN.COM, SERANG – Di sudut-sudut perkampungan Provinsi Banten, masih ada keluarga yang harus berhitung cermat untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Sebagian lainnya masih berjuang mencari pekerjaan tetap, sementara tidak sedikit yang menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tak menentu.
Hal tersebut dialami salah satunya oleh Rohimat, warga Kabupaten Pandeglang yang menggantungkan hidup dengan cara memulung barang bekas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Setiap pagi, pria berusia 57 tahun tersebut keluar dari rumahnya dengan mendorong gerobak yang menjadi alat membawa barang bekas.
“Sehari paling dapat uang Rp30 ribu dari menjual barang bekas, ya cukup untuk makan doang untuk lainnya gak ada lagi,” kata Rohimat ditemui di Pandeglang, Kamis (25/6/2026).
Potret Rohimat hanya sebagain kecil dari kehidupan warga Banten yang masih ada di bawah garis kemiskinan.
Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten tahun 2025, masih ada 772.780 orang yang hidup di bawah kemiskinan.
Namun ironisnya, di saat yang sama Pemerintah Provinsi Banten mengalokasikan anggaran Rp110,44 miliar untuk belanja makanan dan minuman pada Tahun Anggaran 2026.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








