Hanya 36 dari 326 Desa di Kabupaten Serang Punya Pustu, DPRD Dorong Pemanfaatan Dana CSR untuk Layanan Kesehatan

Senin, 22 Juni 2026 - 08:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Serang baru memiliki 36 Pustu berdasarkan data BPS Banten, DPRD mendorong agar dana CSR bisa dimanfaatkan untuk membangun Pustu di Desa-desa. (Foto Ilustrasi)

Kabupaten Serang baru memiliki 36 Pustu berdasarkan data BPS Banten, DPRD mendorong agar dana CSR bisa dimanfaatkan untuk membangun Pustu di Desa-desa. (Foto Ilustrasi)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Ketersediaan fasilitas kesehatan tingkat desa di Kabupaten Serang masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten 2025, dari 326 desa, hanya 36 desa yang memiliki Puskesmas Pembantu (Pustu).

Rendahnya jumlah Pustu tersebut menunjukkan masih terbatasnya akses layanan kesehatan dasar bagi sebagian masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dengan jarak cukup jauh dari puskesmas induk.

BACA JUGA :  Gurita Bisnis Agung Sedayu Merangsek ke Serang Utara; 6.700 Hektare Lahan Disulap Jadi Kawasan Industri

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Medi Subandi, menilai keberadaan Pustu sangat penting karena menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, keberadaan Pustu menjadi sangat mendesak terutama di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh menuju puskesmas.

“Kalau dilihat, masih banyak wilayah yang akses ke puskesmas cukup jauh. Karena itu Pustu sangat penting dan sangat urgen. Banyak masyarakat yang belum terlayani secara optimal karena keterbatasan akses tersebut,” katanya, Senin (22/6/2026).

BACA JUGA :  Jaksa Geledah Kantor PT ABM, Sita Dokumen Dugaan Korupsi Banten Berkurban 2023

Menurut dia, pembangunan Pustu tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan juga dapat memanfaatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun sumber pendanaan lainnya.

“Sebetulnya pembangunan Pustu tidak hanya bisa dari APBD, tetapi juga bisa dari APBN. Yang terpenting ada kemauan dan perhatian dari pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat,” kata Medi.

BACA JUGA :  Asap Kebakaran Paksa 192 Warga Mengungsi, Anggota DPRD Banten Turun ke TPA Jatiwaringin

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang
DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran
Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang
Pedagang Pasar Pandeglang Mengaku Dipungut 6 Kali Sehari, DPRD Soroti Pengelolaan Parkir Jalan Yumaga
Rencana Kerja DPRD Banten Tahun 2027 Rampung Dibahas, Apa Saja?
Wakil Ketua DPRD Banten Barhum Buka Jalan Tindak Lanjut Aspirasi Pendamping Koperasi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:02

Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:12

DPRD Banten Kawal Pemutakhiran Data Kesejahteraan Agar Bansos Tepat Sasaran

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:33

Komisi V DPRD Banten Fasilitasi Mediasi Sengketa Lahan SMAN 1 Kabupaten Tangerang

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page