TOTALBANTEN.COM, SERANG – Ketersediaan fasilitas kesehatan tingkat desa di Kabupaten Serang masih menjadi pekerjaan rumah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Banten 2025, dari 326 desa, hanya 36 desa yang memiliki Puskesmas Pembantu (Pustu).
Rendahnya jumlah Pustu tersebut menunjukkan masih terbatasnya akses layanan kesehatan dasar bagi sebagian masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah dengan jarak cukup jauh dari puskesmas induk.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Medi Subandi, menilai keberadaan Pustu sangat penting karena menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, keberadaan Pustu menjadi sangat mendesak terutama di wilayah yang memiliki jarak cukup jauh menuju puskesmas.
“Kalau dilihat, masih banyak wilayah yang akses ke puskesmas cukup jauh. Karena itu Pustu sangat penting dan sangat urgen. Banyak masyarakat yang belum terlayani secara optimal karena keterbatasan akses tersebut,” katanya, Senin (22/6/2026).
Menurut dia, pembangunan Pustu tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan juga dapat memanfaatkan dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun sumber pendanaan lainnya.
“Sebetulnya pembangunan Pustu tidak hanya bisa dari APBD, tetapi juga bisa dari APBN. Yang terpenting ada kemauan dan perhatian dari pemerintah daerah untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat,” kata Medi.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya