Ekspor Banten Sentuh Rp20,6 Triliun pada April 2026, Impor Masih Tiga Kali Lipat Lebih Besar

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok masih menjadi pasar utama produk asal Banten dengan nilai ekspor mencapai US$610,57 juta atau sekitar Rp9,95 triliun. Posisi berikutnya ditempati Amerika Serikat sebesar US$503,76 juta atau sekitar Rp8,21 triliun, disusul India sebesar US$309,64 juta atau sekitar Rp5,05 triliun.

Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 34,27 persen dari total ekspor nonmigas Banten.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$1,08 miliar atau sekitar Rp17,5 triliun, sedangkan ekspor ke negara-negara Uni Eropa mencapai US$555,76 juta atau sekitar Rp9,06 triliun.

Menurut sektor usaha, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan masih mendominasi struktur ekspor Banten. Pada Januari-April 2026, sektor ini tumbuh 0,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor pertambangan dan lainnya meningkat lebih tinggi, yakni 48,71 persen, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan 23,88 persen.

BACA JUGA :  Produk Hukum Tak Dipublis Sejak 2023 di JDIH, Pemkot Cilegon Labrak Perpres?

Dilihat dari pelabuhan muat, sebagian besar ekspor Banten masih diberangkatkan melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai mencapai US$3,21 miliar atau sekitar Rp52,3 triliun, setara 75,37 persen dari total ekspor Banten. Adapun melalui Pelabuhan Cigading tercatat sebesar US$354,83 juta atau sekitar Rp5,78 triliun, sedangkan melalui Pelabuhan Merak mencapai US$306,51 juta atau sekitar Rp5 triliun.

Di sisi lain, aktivitas impor menunjukkan kebutuhan industri yang masih tinggi terhadap pasokan bahan baku, energi, dan barang modal dari luar negeri.

BACA JUGA :  Baru Tiga Hari Nikmati Duit Haram, Maling di Serang Langsung Ditangkap Anggota Polsek

BPS mencatat nilai impor Banten sepanjang Januari-April 2026 mencapai US$14,93 miliar atau sekitar Rp243,3 triliun, meningkat 13,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Impor nonmigas tercatat sebesar US$12,49 miliar atau sekitar Rp203,6 triliun, naik 10,58 persen. Sementara impor migas meningkat lebih tinggi, yakni 32,28 persen menjadi US$2,44 miliar atau sekitar Rp39,7 triliun.

Sumber Berita : BPS Banten

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskoumperindag Kabupaten Serang Paksa 154 Orang Pelaku UMKM dan Pengrajin Eceng Gondok Melek Digital
Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik
Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi
Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok
Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target
SPPG di Kabupaten Serang Capai 243, Sebagian Belum Punya Sertifikat Higiene
12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online, 400 Diantaranya Ajukan Sanggah

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:04

Diskoumperindag Kabupaten Serang Paksa 154 Orang Pelaku UMKM dan Pengrajin Eceng Gondok Melek Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:01

Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 - 18:28

Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page