Belanja Makan Minum DPRD Pandeglang Rp 4 Miliar; Tak Proporsional dengan Kondisi Fiskal Daerah

Senin, 23 Februari 2026 - 11:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Anggaran Makan dan Minum di DPRD Kabupaten Serang. (AI)

Ilustrasi Anggaran Makan dan Minum di DPRD Kabupaten Serang. (AI)

Grafis Anggaran Makan dan Minum di DPRD Pandeglang. (Dok. Totalbanten)

“Angka itu sulit dikatakan realistis. Dalam konteks daerah dengan kapasitas fiskal terbatas, alokasi miliaran rupiah untuk konsumsi berpotensi mencerminkan pemborosan anggaran,” kata Lutfi kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Ia mengingatkan, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah daerah masih dihadapkan pada berbagai kebutuhan mendesak, seperti perbaikan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

BACA JUGA :  Banten Siap Jadi Tuan Rumah HPN 2026, PWI Pusat; Dorong Pertumbuhan Ekonomi!

“Ketika kebutuhan dasar masih besar, setiap belanja operasional seharusnya dihitung secara ketat dan berbasis prioritas,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Lutfi, transparansi menjadi kunci agar publik dapat memahami kebutuhan riil di balik angka yang tercantum dalam dokumen perencanaan tersebut.

“Belanja makan dan minum memang diperbolehkan secara regulasi. Namun, ketika nilainya mencapai miliaran rupiah, publik berhak mengetahui dasar perhitungannya secara detail, berapa jumlah kegiatan, berapa peserta, berapa kali rapat, dan standar harga apa yang digunakan,” katanya.

BACA JUGA :  Satu Rekening, Ruang Lingkup Berbeda: Belanja Tenaga Ahli Banten Rp55,47 Miliar Dipakai Honor Lembaga

Ia menegaskan, perencanaan anggaran tidak cukup hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga harus mempertimbangkan dimensi etika pengelolaan keuangan publik.

Editor : Andre Sumanegara

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26
Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!
Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar
Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?
Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang hingga Kolusi di Balik Pengadaan Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar Pemprov Banten
“Kami Seperti Dicekik” Nelayan Pesisir Banten Kritik Reklamasi Bojonegara, Minta Negara Hadir
Bojonegara Kabupaten Serang dalam Pusaran Reklamasi: Laut Menyusut, Konflik Membesar
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:15

“Gak Ada Kerasa Apa-apa”: Suara Sumbang Warga di HUT Banten ke-26

Jumat, 18 September 2026 - 08:27

Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!

Kamis, 17 September 2026 - 12:14

Pemkot Serang Tiga Tahun Terima Setoran Pelanggar Perda, Nilainya Capai Rp1,7 Miliar

Minggu, 13 September 2026 - 16:36

Pemkot Serang Diduga Terima Kompensasi Rp720 Juta dari Pelanggar RTRW, Apa Dasar Perhitungannya?

Jumat, 4 September 2026 - 03:52

Buramnya Tata Kelola Ruang Banten di Balik Aktivitas Tambang Kragilan

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page