TOTALBANTEN.COM, SERANG – Provinsi Banten memasuki babak baru dalam perjalanan demografinya. Di satu sisi, jumlah penduduk terus bertambah dan didominasi kelompok usia produktif.
Di sisi lain, proporsi penduduk lanjut usia mulai meningkat, menjadi sinyal bahwa daerah ini perlahan bergerak menuju struktur penduduk menua (ageing population).
Gambaran tersebut terekam dalam hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten melalui Berita Resmi Statistik Nomor 29/05/Th.XX pada 5 Mei 2026.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hasil survei menunjukkan jumlah penduduk Banten kini mencapai 12,58 juta jiwa. Besarnya populasi tersebut sekaligus menempatkan Banten sebagai salah satu provinsi dengan dinamika kependudukan paling tinggi di Indonesia, didorong oleh pertumbuhan alami maupun mobilitas penduduk yang terus berlangsung.
Struktur umur penduduk Banten memperlihatkan dominasi generasi muda. Kelompok Milenial berusia 29–44 tahun menjadi kelompok terbesar dengan porsi 25,75 persen, disusul Generasi Z berusia 13–28 tahun sebesar 25,62 persen.
Sementara itu, kelompok Post Gen Z mencapai 20,20 persen, Generasi X sebesar 19,46 persen, Baby Boomer 8,43 persen, dan Pre Boomer hanya 0,54 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Banten berada pada usia produktif. Kondisi ini menjadi modal penting bagi pembangunan ekonomi daerah apabila mampu diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas pendidikan, dan penguatan keterampilan tenaga kerja.
Info GrafisPotensi bonus demografi itu tercermin dalam angka rasio ketergantungan yang berada pada level 42,60. Dengan kata lain, setiap 100 penduduk usia produktif hanya menanggung sekitar 43 penduduk usia nonproduktif.Rasio yang relatif rendah ini menunjukkan bahwa beban ekonomi yang harus ditanggung kelompok produktif masih cukup terkendali.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








