Kali Ciputat Tangsel Dikubur, Mal BXchange Berdiri Subur; Rumah Warga Hilir Terancam Hancur

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan penghilang Kali Ciputat, Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Mal BXChange diduga sebagai pelaku penghilang kali tersebut. (FOTO; Dok)

Dugaan penghilang Kali Ciputat, Kota Tangerang Selatan menjadi sorotan. Mal BXChange diduga sebagai pelaku penghilang kali tersebut. (FOTO; Dok)

TOTALBANTEN.COM, TANGERANG – Dugaan penutupan sebagian aliran Kali Ciputat di Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan, mengemuka dan memantik perhatian publik.

Aliran air yang dahulu melintas di kawasan Bintaro itu disebut berubah fungsi seiring pembangunan pusat perbelanjaan BXChange oleh PT Jaya Real Property Tbk.

Penelusuran lapangan pada Kamis (30/4/2026) dan Jumat (1/5/2026) menunjukkan adanya perubahan signifikan pada sejumlah titik aliran, terutama di persimpangan air di Pintu Air Nuri, Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Ciputat. Di titik ini, kesinambungan aliran yang dahulu terlihat kini terputus.

Citra satelit sumber terbuka memperlihatkan bahwa hingga 2012, aliran Kali Ciputat kecil masih mengalir dari Pintu Air Nuri, melintasi rel kereta di sekitar Stasiun Jurangmangu, menyeberangi jalan tol, dan berlanjut ke arah Pondok Jaya.

Namun, pada 2013, jejak aliran tersebut tidak lagi terlihat setelah melintasi ruas tol. Pada lokasi yang sama, muncul bangunan BXChange yang saat itu masih dalam tahap pembangunan.

Keberadaan aliran tersebut juga terekam dalam dokumen historis. Peta kolonial Belanda bertajuk Kebajoran (1937) yang tersimpan di perpustakaan Universitas Leiden mencantumkan aliran itu sebagai “K. Tjipoetat”.

BACA JUGA :  Distribusi Sampah dari Tangsel ke TPA Cilowong Bakal Dikawal TNI dan Polisi Militer

Peta tersebut menunjukkan adanya percabangan sungai, dengan salah satu cabang di sisi barat yang kini diduga telah beralih fungsi menjadi kawasan komersial.

Kondisi terkini memperlihatkan aliran yang tak lagi berfungsi sebagaimana mestinya. Pintu air di hulu tampak tertutup. Kalaupun dibuka, air tidak mengalir ke jalur lama, melainkan berbelok ke aliran utama Kali Ciputat melalui sodetan yang memutus aliran sebelumnya.

Di sejumlah titik, badan kali menyempit hingga sekitar satu meter, dangkal oleh sedimentasi, serta dipenuhi rerumputan dan sisa batang pohon.

Air kembali tampak mengalir saat memasuki kawasan rumah pemotongan hewan dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE). Namun, aliran tersebut bukan berasal dari hulu alami, melainkan dari limbah domestik warga, saluran drainase, dan buangan lain.

BACA JUGA :  Pemprov Siapkan Skenario Antisipasi Penurunan Pendapatan pada APBD Banten 2027

Air berwarna keruh dan berbau itu kemudian mengalir menuju jembatan rel kereta di Stasiun Jurangmangu, berbelok di antara bantaran rel dan jalan tol.

Indra (53), warga yang tinggal di sekitar Pintu Air Nuri, mengingat kondisi sungai yang berbeda. Ia adalah anak dari mantan penjaga pintu air yang dahulu mengelola aliran tersebut.

Editor : Imam Maulana

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page