Nasib Sarjana di Banten; Terpaksa Masuk S2 Agar Tak Dicap Pengangguran di Gudangnya Industri 

Sabtu, 10 Januari 2026 - 22:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Sarjana Menganggur. (GeminiAI)

Ilustrasi Sarjana Menganggur. (GeminiAI)

Pengamat Pendidikan di Banten, Rizal Fauzi berpandangan bahwa ada tiga faktor utama yang membuat sarjana sulit masuk ke dunia kerja, pertama; ketimpangan keterampilan atau skill.

“Industri di Banten sangat berorientasi pada teknis dan automasi. Sementara itu, banyak lulusan universitas lokal yang masih mengandalkan teori konvensional tanpa penguasaan teknologi digital atau sertifikasi BNSP yang spesifik dibutuhkan pabrik;” katanya.

Faktor yang kedua lanjut Rizal, karena serbuan pendatang, posisi strategis Banten sebagai tetangga Jakarta membuat persaingan tidak hanya antar-warga lokal.

“Sarjana dari seluruh penjuru Indonesia datang menyerbu lowongan di Tangerang dan Serang, membuat lulusan lokal harus berjuang ekstra keras,” ujarnya.

Yang terakhir ungkap Rizal, banyak perusahaan yang memiliki standar tinggi misal ‘Dicari Fresh Graduate, pengalaman minimal 2 tahun’ yang sebetulnya hal itu hanya alasan semu.

“Lelucon pahit ini menjadi kenyataan bagi banyak pelamar di Banten. Perusahaan cenderung memilih kandidat yang sudah siap pakai untuk menekan biaya pelatihan di tengah ekonomi yang melambat,” ungkapnya.

BACA JUGA :  DPRD Cilegon Diuji Efisiensi Anggaran di Tengah Target Pembentukan 14 Perda

Transformasi Pendidikan Harus Menuju Sistem ‘Siap Kerja’

Menurut Rizal, agar lulusan sarjana tidak lagi menjadi penonton di rumah sendiri, sistem pendidikan di Provinsi Banten harus melakukan perombakan radikal.

Kata Dosen Universitas Serang Raya (Unsera) ini, langkah-langkah transformatif yang diperlukan yakni, perubahan Penerapan Kurikulum Dual System (Link and Match)

“Kampus tidak boleh lagi menjadi menara gading yang terisolasi. Harus ada sinkronisasi kurikulum di mana 40-50 persen masa studi dihabiskan langsung di industri melalui magang bersertifikat yang diakui sebagai SKS,” katanya.

BACA JUGA :  TPP ASN Tangsel; Dari Dugaan 'Diatur' hingga Temuan BPK, Wali Kota Baru Akan Menyisir

Selain itu, kampus juga harus memiliki pusat sertifikasi profesi, karena masuk dunia kerja tidak cukup hanya mengandalkan ijazah saja. Mengingat, rata-rata industri di Banten membutuhkan orang yang siap kerja tanpa harus memberikan pelatihan.

“Perguruan tinggi harus bekerja sama dengan BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) untuk menerbitkan sertifikat keahlian seperti spesialis K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), manajemen logistik, atau pemrograman tingkat lanjut,” pungkas Rizal di kantor Total Banten.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan
Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede
Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL
Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin
Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam
Abu Vulkanik Sampai ke Pandeglang, Fuhaira Amin Minta Pedagang Jangan Aji Mumpung
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mengarah ke Banten, Gubernur Minta Warga Pakai Masker
Komitmen Efisiensi Energi Berbuah Penghargaan, Banten Raih Juara 2 Nasional
Tag :
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terbaru

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 16:00

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Rabu, 9 September 2026 - 22:00

Karang Taruna Desak ESDM Buka Izin Tambang Pulo Ampel, Soroti Debu hingga Ancaman Gunung Gede

Selasa, 8 September 2026 - 00:04

Produksi Sampah Kabupaten Serang Capai 1.100 Ton per Hari, 400 Ton Akan Dikirim ke PSEL

Senin, 7 September 2026 - 12:13

Pembahasan APBD Perubahan Banten Tak Sesuai Timeline Aturan, Sekda: Sudah Diserahkan Kemarin

Senin, 7 September 2026 - 12:03

Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Berita Terbaru

Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Banten Tandatangani Kontrak Kerjasama dengan PT Pos Indonesia (Pung/totalbanten).

News

Lawan Kerawanan Pangan di Tanah Jawara, DKP Banten Gandeng PT Pos

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:58

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

Koordinator Serikat Mahasiswa Visioner, Rafiudin, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Guntur/Totalbanten.com)

Metropolis

Dugaan Pungli Pengadaan Kambing, Dinas Pertanian Pandeglang Sebut Pihak Ketiga dari Dewan

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:49

Masyarakat Terpapar Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (Ilustrasi).

News

Erupsi Gunung Krakatau Bikin Warga Serang Terpapar ISPA, Dinkes: Angkanya Fluktuatif

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:26

Kepala DPUPR Banten Arlan Marzan saat menerima audiensi perwakilan Gerakan Semboyan Mahasiswa Bela Keadilan (Sembilan) bersama Aliansi Masyarakat Peduli Pembangunan (AMPP), Dok (Totalbanten.com).

Garis Kebijakan

Bang Andra di Lebak Disorot, DPUPR Banten; Pengawasan Berjalan Temuan BPK Ditindaklanjuti

Kamis, 10 Sep 2026 - 15:22

You cannot copy content of this page