TOTALBANTEN.COM, SERANG- Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengklaim sejumlah indikator pembangunan Kabupaten Serang mengalami peningkatan signifikan sepanjang 2025. Klaim tersebut disampaikan dalam momentum Hari Jadi ke-500 Kabupaten Serang yang diperingati pada 8 Oktober 2026.
Lima sektor yang menjadi sorotan pemerintah daerah meliputi penurunan pengangguran, kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi serta berbagai program pelayanan dasar masyarakat.
Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Serang, tingkat pengangguran terbuka turun 0,45 poin menjadi 8,73 persen. Angka kemiskinan juga turun 0,03 poin menjadi 4,48 persen dan disebut sebagai angka terendah ketiga di Provinsi Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat 0,82 poin menjadi 74,10. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serang juga diklaim naik 0,35 poin menjadi 5,52 persen.
Meski mengklaim sejumlah indikator mengalami perbaikan, Ratu menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.
“Di balik setiap angka terdapat keluarga dan warga yang menunggu kebijakan yang lebih tepat sasaran,” kata Ratu dalam pidatonya.
Menurutnya, pekerjaan pemerintah masih panjang. Sejumlah persoalan seperti pengangguran, kualitas pekerjaan, kesenjangan antarwilayah, kemiskinan dan stunting masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Dalam bidang kesehatan, Pemkab Serang mengklaim telah memfasilitasi jaminan kesehatan bagi 717.147 warga kurang mampu. Selain itu, sebanyak 559.770 jiwa mendapatkan pelayanan cek kesehatan gratis.
Pemkab Serang juga melakukan rehabilitasi empat puskesmas dan pembangunan satu puskesmas. Program pendampingan ibu hamil, penguatan gizi, penanganan stunting hingga upaya menekan angka kematian ibu dan bayi turut dilakukan.
Di sektor pendidikan, pemerintah memberikan beasiswa kepada 1.866 siswa SD, 1.228 siswa SMP dan 253 guru.
Pemkab Serang juga menaikkan insentif bagi 20.445 guru madrasah dan guru ngaji sebesar 50 persen. Revitalisasi sekolah serta penguatan pendidikan keagamaan melalui pelatihan baca tulis Al-Qur’an dan penyusunan kurikulum muatan lokal juga menjadi bagian program pemerintah.
Sementara dalam penanganan kemiskinan, bantuan usaha ekonomi produktif sebesar Rp2,5 juta per penerima telah diberikan kepada 1.396 warga. Selain itu terdapat 30 paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan nilai Rp15 juta per kelompok.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







