Alasan Bedolan Pamarayan Serang 7 Tahun Mati Suri hingga Dihidupkan Kembali di Era Bupati Zakiyah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bendungan baru Pamarayan, Kabupaten Serang (Dok)

Bendungan baru Pamarayan, Kabupaten Serang (Dok)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Setelah tujuh tahun tidak terlaksana, tradisi Bedolan Pamarayan kembali digelar di Bendung Pamarayan Baru, Kabupaten Serang, Sabtu (17/10/2026).

Kembalinya pesta rakyat tersebut mengundang antusiasme warga yang ingin mengikuti tradisi menangkap ikan sekaligus menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan.

Bedolan Pamarayan terakhir kali digelar pada 2019. Tradisi yang berkaitan dengan aktivitas bendungan dan kehidupan pertanian masyarakat sekitar itu kemudian tidak terlaksana hingga kembali digelar pada era kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.

Sejumlah pertimbangan terkait kebutuhan air untuk pertanian dan kekhawatiran terhadap kondisi permukiman di bantaran sungai disebut menjadi alasan tradisi tersebut tidak dilaksanakan selama beberapa tahun.

Muhemin, salah seorang warga Cikeusal, mengatakan kebutuhan air untuk wilayah pertanian Pontang menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu, terdapat kekhawatiran terhadap risiko longsor karena banyak rumah berada di pinggir sungai.

BACA JUGA :  Tirta Al Bantani Masuk Bisnis AMDK, Pelayanan Air Bersih ke Masyarakat Berkurang?

“Satu karna daerah pontang butuh air, terus sama takut longsor, banyak rumah di pinggir kali,” kata Muhemin kepada Total Banten, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Muhemin, Bedolan Pamarayan telah lama menjadi tradisi masyarakat. Ketika kegiatan tersebut dilaksanakan, warga memiliki kesempatan untuk menangkap ikan yang berada di kawasan bendungan.

“Udah jadi tradisi, kalau ada bedolan warga bisa ngambil ikan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Pakai Motor Kesayangan, Touring Sumringah Club Telusuri Destinasi Wisata Pantai Anyer Kabupaten Serang

Antusiasme masyarakat terlihat dari kedatangan warga yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal, tetapi juga dari daerah lain. Mereka datang untuk mengikuti tradisi menangkap ikan yang kembali dilaksanakan setelah tujuh tahun terhenti.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bedolan Pamarayan Kembali Bergelora di Era Bupati Zakiyah Setelah 7 Tahun Mati Suri, UMKM Ikut Bergerak!
Selat Sunda dan Duka yang Belum Berujung
Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang
MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi
Dinsos Banten Dorong KPM Berdaya dan Mandiri Lewat Program Pembinaan Lanjut
Syarifudin Salwani Kunjungi Pengungsi TPA Jatiwaringin, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak
Sampah Menumpuk di Stadion Badak Pandeglang, Laskar Biru Turun Tangan, Warga Soroti DLH
Festival Anyer–Panarukan, Kabupaten Serang Hidupkan Kembali Jejak Sejarah yang Menyatukan Pulau Jawa

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:49

Alasan Bedolan Pamarayan Serang 7 Tahun Mati Suri hingga Dihidupkan Kembali di Era Bupati Zakiyah

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:56

Bedolan Pamarayan Kembali Bergelora di Era Bupati Zakiyah Setelah 7 Tahun Mati Suri, UMKM Ikut Bergerak!

Kamis, 17 September 2026 - 22:52

Selat Sunda dan Duka yang Belum Berujung

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:11

Komunitas Info Bercanda Lawan Kepunahan Seni di Pandeglang

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:07

MTQ ke-55 Kabupaten Serang Dibuka, LPTQ Siapkan Bibit Baru Menuju Puncak Prestasi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page