TOTALBANTEN.COM, SERANG – Setelah tujuh tahun tidak terlaksana, tradisi Bedolan Pamarayan kembali digelar di Bendung Pamarayan Baru, Kabupaten Serang, Sabtu (17/10/2026).
Kembalinya pesta rakyat tersebut mengundang antusiasme warga yang ingin mengikuti tradisi menangkap ikan sekaligus menjadi momentum bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk berjualan.
Bedolan Pamarayan terakhir kali digelar pada 2019. Tradisi yang berkaitan dengan aktivitas bendungan dan kehidupan pertanian masyarakat sekitar itu kemudian tidak terlaksana hingga kembali digelar pada era kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah pertimbangan terkait kebutuhan air untuk pertanian dan kekhawatiran terhadap kondisi permukiman di bantaran sungai disebut menjadi alasan tradisi tersebut tidak dilaksanakan selama beberapa tahun.
Muhemin, salah seorang warga Cikeusal, mengatakan kebutuhan air untuk wilayah pertanian Pontang menjadi salah satu pertimbangan. Selain itu, terdapat kekhawatiran terhadap risiko longsor karena banyak rumah berada di pinggir sungai.
“Satu karna daerah pontang butuh air, terus sama takut longsor, banyak rumah di pinggir kali,” kata Muhemin kepada Total Banten, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Muhemin, Bedolan Pamarayan telah lama menjadi tradisi masyarakat. Ketika kegiatan tersebut dilaksanakan, warga memiliki kesempatan untuk menangkap ikan yang berada di kawasan bendungan.
“Udah jadi tradisi, kalau ada bedolan warga bisa ngambil ikan,” tambahnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kedatangan warga yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Pamarayan dan Cikeusal, tetapi juga dari daerah lain. Mereka datang untuk mengikuti tradisi menangkap ikan yang kembali dilaksanakan setelah tujuh tahun terhenti.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya