Karena itu, kenaikan proporsi belanja rokok tidak bisa langsung diartikan sebagai peningkatan jumlah perokok.
“Ini rata-rata per kapita, artinya pengeluarannya dibagi dengan jumlah penduduk. Kalau ada orang yang tidak merokok, tetap masuk dalam perhitungan rata-rata tersebut,” jelasnya.
Menurut Achmad, untuk mengetahui tren perokok berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin, diperlukan publikasi BPS yang secara khusus memuat data tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia belum bisa memastikan kelompok usia yang paling banyak merokok di Pandeglang berdasarkan angka statistik.
“Kalau untuk data berdasarkan kelompok umur, kita harus melihat publikasi yang lebih khusus. Jadi, untuk angka pastinya berdasarkan usia, perlu dicek lagi datanya,” ujarnya.
Meski begitu, Achmad mengaku melihat fenomena kebiasaan merokok yang mulai merambah kalangan usia muda. Ia mengaku pernah menjumpai sekelompok pelajar SMP berkumpul di sekitar gerai minimarket.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







