Keputusan itu diambil setelah seluruh proses pencarian dan evaluasi dilakukan. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang berada di dalamnya.
Bagi operasi SAR, pencarian aktif telah berakhir. Bagi keluarga, keadaan justru memasuki fase penantian yang berbeda.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan pemantauan tetap dilakukan melalui Vessel Traffic Services (VTS), armada Pangkalan TNI AL, Polairud dan kapal-kapal niaga yang melintas di Selat Sunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Operasi SAR tidak berhenti sampai di sini. Kami tetap melakukan pemantauan melalui berbagai unsur yang berpatroli maupun kapal yang melintas,” kata Al Amrad.
Jika kemudian ditemukan tanda-tanda keberadaan Arupadhatu I atau delapan orang yang berada di dalamnya, operasi pencarian dapat kembali dibuka.
Pemerintah Provinsi Banten juga masih berkoordinasi dengan keluarga. Andra mengatakan enam dari delapan orang yang berada di kapal tersebut merupakan warga Banten berdasarkan identitas kependudukan.
“Tentu kami akan berkoordinasi dengan pihak keluarga, karena yang paling dibutuhkan keluarga hari ini adalah dukungan dan kepastian informasi,” ujarnya.
Di luar ruang operasi SAR, penantian berlangsung dalam bentuk lain. Komunitas pers dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama.
Para jurnalis, keluarga serta unsur yang terlibat dalam pencarian berkumpul untuk mendoakan lima pewarta dan tiga kru kapal yang belum diketahui keberadaannya.
Editor : Andre S Negara
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya







