Ia menambahkan, dinamika geopolitik global turut memperburuk situasi. Ketegangan di kawasan Timur Tengah, menurut dia, berdampak pada rantai pasok dan distribusi perdagangan internasional.
“Gangguan geopolitik membuat transportasi ekspor-impor terganggu. Ini bisa menekan permintaan sekaligus distribusi barang,” kata dia.
Dari sisi komoditas, penurunan tajam terjadi pada sektor pertanian. Ekspor sektor ini tercatat merosot hingga 18,25 persen dibandingkan tahun lalu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sutisna menduga penurunan tersebut berkaitan dengan menyusutnya kapasitas produksi dalam negeri.
Ia mencontohkan komoditas kakao yang mengalami penurunan signifikan.
“Kemungkinan karena luasan perkebunan berkurang, sehingga produksi menurun dan berdampak langsung pada ekspor,” ujarnya.
Menurut dia, kondisi ini menjadi sinyal negatif bagi perekonomian Banten. Pasalnya, struktur ekonomi wilayah ini masih ditopang sektor pertanian di bagian selatan dan industri pengolahan di wilayah utara keduanya tengah mengalami tekanan.
Di tengah pelemahan ekspor, impor justru meningkat signifikan. Namun, Sutisna melihat fenomena ini tidak sepenuhnya negatif.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






