Pengamat Bongkar Alasan Neraca Perdagangan Banten Tertekan Hingga Ekspor Anjlok

Kamis, 9 April 2026 - 18:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengamat Ekonomi Mengungkap Faktor Penyebab Angka Ekspor Anjlok di Provinsi Banten

Pengamat Ekonomi Mengungkap Faktor Penyebab Angka Ekspor Anjlok di Provinsi Banten

TOTALBANTEN.COM, SERANG — Neraca perdagangan Provinsi Banten kembali menunjukkan tekanan pada awal 2026. Kinerja ekspor yang melemah beriringan dengan lonjakan impor memperlebar defisit perdagangan di salah satu kawasan industri utama nasional tersebut.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi Banten mencatat, nilai ekspor Banten pada Februari 2026 sebesar US$1,045 miliar atau sekitar Rp16,52 triliun.

BACA JUGA :  Setujui KUA PPAS APBD 2026, Wakil Ketua DPRD Banten Pastikan Visi Misi Gubernur Terealisasi

Di sisi lain, impor melonjak hingga US$4,234 miliar atau setara Rp66,90 triliun. Selisih tajam ini mencerminkan tekanan signifikan pada kinerja perdagangan luar negeri daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara kumulatif, ekspor Banten sepanjang Januari–Februari 2026 tercatat US$2,023 miliar atau sekitar Rp31,96 triliun, turun 6,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BACA JUGA :  Akses Layanan Kesehatan di Banten Masih Bertumpu pada Klinik dan Apotek, Sebaran Rumah Sakit Belum Merata

Penurunan lebih dalam terjadi pada ekspor nonmigas yang menyusut 7,80 persen menjadi US$1,982 miliar.

Pada Februari saja, ekspor terkontraksi 3,56 persen secara tahunan. Ekspor nonmigas bahkan turun lebih dalam, yakni 5,17 persen menjadi US$1,025 miliar.

Pengamat ekonomi dari Universitas Bina Bangsa, Sutisna, menilai pelemahan ekspor dipicu dua faktor utama: penurunan permintaan global dan melemahnya kapasitas produksi domestik.

BACA JUGA :  Resmikan The Gade Creative Lounge di Untirta, Pegadaian Dorong SDM Banten Berdaya Saing Global

“Kalau ekspor melemah, ada dua kemungkinan: permintaan luar negeri turun atau kapasitas produksi dalam negeri menurun. Dari data, penurunan terlihat pada sektor industri pengolahan,” ujar Sutisna, Kamis (9/4/2026).

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik
Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi
Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok
Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target
SPPG di Kabupaten Serang Capai 243, Sebagian Belum Punya Sertifikat Higiene
12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online, 400 Diantaranya Ajukan Sanggah
Kader Gerindra di Banten Dilaporkan Soal Investasi Emas, RM; Ngaku Tak Melakukan
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:01

Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 - 18:28

Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok

Senin, 28 September 2026 - 20:07

Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page