Ia menilai dominasi impor bahan baku dan barang modal dapat menjadi indikasi aktivitas industri yang masih akan tumbuh.
“Kalau impor didominasi bahan baku dan barang modal, itu tanda industri masih bergerak dan berpotensi berkembang,” katanya.
Meski begitu, ia mengingatkan potensi risiko jika impor didominasi bahan pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kalau yang masuk bahan pangan, itu menunjukkan ketergantungan pada luar negeri dan lemahnya produksi domestik,” ujar dia.
Untuk meredam tekanan neraca perdagangan, Sutisna mendorong diversifikasi pasar ekspor. Selama ini, pasar utama seperti Tiongkok dan India dinilai perlu dilengkapi dengan penetrasi ke kawasan baru.
“Pasar ekspor harus diperluas ke negara-negara nontradisional, termasuk Amerika Selatan seperti Brasil dan Argentina, terutama yang tidak terlalu terdampak konflik Timur Tengah,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah dalam mendorong inovasi dan daya saing produk lokal.
“Pemerintah perlu mendorong kreativitas dan inovasi agar produk dalam negeri mampu bersaing dan diminati pasar domestik maupun global,” ujar Sutisna.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com






