Neraca Perdagangan Banten Tertekan; Ekspor Melemah, Impor Melonjak di Awal 2026

Minggu, 5 April 2026 - 22:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Ekspor - Impor

Ilustrasi Ekspor - Impor

Sebaliknya, komoditas kakao mengalami kontraksi terdalam, merosot 43,70 persen atau setara US$102,27 juta (sekitar Rp1,61 triliun).

Dari sisi tujuan ekspor, pasar utama Banten masih didominasi Tiongkok, Amerika Serikat, dan India dengan kontribusi gabungan mencapai 34,18 persen.

Nilai ekspor ke Tiongkok mencapai US$271,35 juta (Rp4,29 triliun), Amerika Serikat US$237,86 juta (Rp3,76 triliun), dan India US$168,23 juta (Rp2,66 triliun).

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN dan Uni Eropa masing-masing mencapai US$493,97 juta (Rp7,80 triliun) dan US$242,08 juta (Rp3,82 triliun).

Berdasarkan sektor, penurunan terutama terjadi pada industri pengolahan yang turun 7,96 persen, serta sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang merosot 18,25 persen. Di sisi lain, sektor pertambangan justru melonjak signifikan hingga 56 persen.

BACA JUGA :  Irbansus Banten Ingatkan Korupsi Berawal dari Kebiasaan Kecil, Guru Diminta Jadi Teladan Integritas di Sekolah

Aktivitas ekspor Banten masih terkonsentrasi di Pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai US$1,589 miliar (sekitar Rp25,10 triliun) atau 78,55 persen dari total ekspor.

Pelabuhan Cigading dan Merak menyusul dengan kontribusi masing-masing sekitar Rp2,40 triliun dan Rp2,06 triliun.

Sementara itu, dari sisi impor, Banten menunjukkan tren sebaliknya. Nilai impor Januari–Februari 2026 mencapai US$7,731 miliar atau sekitar Rp122,15 triliun, naik 28,45 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

BACA JUGA :  Insentif Pajak Rp34 Miliar di Bapenda Kab Serang, Pengamat; Berpotensi Jadi Masalah Hukum

Editor : Imam Maulana

Sumber Berita : BPS Banten

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas
FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik
Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi
Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok
Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target
SPPG di Kabupaten Serang Capai 243, Sebagian Belum Punya Sertifikat Higiene
12.800 Penerima Bansos di Kabupaten Serang Terindikasi Judi Online, 400 Diantaranya Ajukan Sanggah
Kader Gerindra di Banten Dilaporkan Soal Investasi Emas, RM; Ngaku Tak Melakukan
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:33

Pemkab Serang Perkuat UMKM Lewat Empat Strategi, Bupati Minta Pendampingan hingga Naik Kelas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:38

FORTEGIF Sulap Bahan Sisa Limbah Jadi Pupuk Organik

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:01

Pasca Verval 75 Kopdes Rampung 100 Persen dan Siap Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 - 18:28

Sebelum Beroperasi, 75 KDMP Kabupaten Serang Diuji Kelayakannya Mulai Besok

Senin, 28 September 2026 - 20:07

Pemkab Serang Batasi Bantuan UEP, Hanya 1.200 UMKM Masuk Target

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page