TOTALBANTEN.COM, SERANG – Neraca perdagangan Provinsi Banten kembali tertekan pada awal 2026.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat, nilai ekspor pada Februari 2026 mencapai US$1,045 miliar atau setara sekitar Rp16,52 triliun.
Sementara itu, impor melonjak hingga US$4,234 miliar atau sekitar Rp66,90 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesenjangan tajam antara ekspor dan impor itu mencerminkan tekanan pada kinerja perdagangan luar negeri daerah industri tersebut.
Sepanjang Januari–Februari 2026, total ekspor Banten tercatat sebesar US$2,023 miliar atau sekitar Rp31,96 triliun, turun 6,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penurunan juga terjadi pada ekspor nonmigas yang menyusut 7,80 persen menjadi US$1,982 miliar atau sekitar Rp31,31 triliun.
Pada Februari saja, ekspor turun 3,56 persen secara tahunan menjadi US$1,045 miliar (Rp16,52 triliun). Ekspor nonmigas bahkan terkoreksi lebih dalam, yakni 5,17 persen menjadi US$1,025 miliar atau sekitar Rp16,19 triliun.
Di tengah pelemahan itu, beberapa komoditas masih menunjukkan kinerja positif. Besi dan baja mencatat lonjakan tertinggi dengan kenaikan 63,24 persen atau senilai US$59,05 juta (sekitar Rp933 miliar).
Editor : Imam Maulana
Sumber Berita : BPS Banten
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






