Bak memancing ikan, transaksi awal sengaja dibuat mulus untuk membangun kepercayaan. Pada Mei dan Juni 2025, Nana sukses melakukan dua kali pembelian kecil senilai total Rp 22 juta. Merasa yakin, ia pun berani masuk ke transaksi yang jauh lebih besar.
Puncaknya terjadi pada Juli 2025. Kesepakatan jumbo untuk mengangkut lebih dari 9.000 kilogram limbah aluminium senilai Rp 270 juta pun diteken. Nana mulai mentransfer uang muka Rp 42 juta ke rekening pribadi YM. Setelah truk Mitsubishi Fuso miliknya selesai memuat barang, ia langsung melunasi sisa pembayaran sebesar Rp 228 juta pada 23 Juli 2025.
Di sinilah kejanggalan mulai terkuak. Truk yang siap berangkat mendadak ditahan di gerbang pabrik. Alasannya, pembayaran belum diterima oleh perusahaan. Nana panik dan mencoba menghubungi YM, namun nomornya sudah tidak aktif. “Setelah uang berpindah tangan, YM mendadak raib bak ditelan bumi,” tuturnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






