TOTALBANTEN.COM, SERANG– Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Serang menyoroti tajam penurunan belanja modal dalam Rancangan APBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2027.
Dalam pandangan umum fraksi terhadap Raperda APBD 2027 yang digelar di Gedung DPRD Kabupaten Serang, Rabu (23/9/2026), Fraksi PDI Perjuangan mempertanyakan penurunan belanja modal yang mencapai 42,88 persen.
Anggota DPRD Kabupaten Serang dari Fraksi PDI Perjuangan, Azmi Maulidy, mengatakan belanja modal menjadi salah satu perhatian utama fraksinya karena berkaitan langsung dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Perhatian Fraksi PDI Perjuangan adalah belanja modal. Belanja modal turun 42,88 persen. Belanja modal tahun 2027 hanya direncanakan sebesar Rp96,097 miliar atau turun sebesar Rp72,137 miliar,” kata Azmi.
Menurutnya, penurunan tersebut perlu dijelaskan secara terbuka oleh Pemerintah Kabupaten Serang, terutama mengenai alasan strategis dan dampaknya terhadap pembangunan daerah.
“Ruang belanja modal justru mengalami penurunan hampir 43 persen. Karena itu Fraksi PDI Perjuangan meminta penjelasan apa alasan strategis penurunan belanja modal sebesar Rp72,13 miliar dan apa dampaknya terhadap target pembangunan infrastruktur Kabupaten Serang tahun 2027,” tegasnya.
Fraksi PDI Perjuangan menilai struktur RAPBD 2027 perlu dicermati karena porsi belanja rutin masih cukup besar, sementara belanja yang menghasilkan aset serta manfaat jangka panjang bagi masyarakat justru mengalami penyusutan.
Belanja Pegawai Rp1,489 Triliun
Selain belanja modal, Fraksi PDI Perjuangan menyoroti besarnya alokasi belanja pegawai dalam RAPBD Kabupaten Serang 2027.
Belanja pegawai direncanakan mencapai Rp1,489 triliun. Dengan total belanja daerah sebesar Rp3,259 triliun, porsinya berada di kisaran 45,7 persen.
Azmi mengatakan secara nominal belanja pegawai memang turun sekitar Rp20,98 miliar dibandingkan APBD 2026. Namun, proporsinya terhadap total belanja daerah masih tergolong besar.
“Meski secara nominal turun sekitar Rp20,98 miliar dibandingkan APBD tahun anggaran 2026, porsinya masih sangat besar terhadap keseluruhan belanja daerah,” ujarnya.
Karena itu, Fraksi PDI Perjuangan meminta Pemkab Serang menjelaskan apakah struktur belanja pegawai tersebut benar-benar mencerminkan kebutuhan organisasi sekaligus mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Prinsipnya jelas, APBD harus menghadirkan pelayanan yang lebih baik, bukan sekadar membiayai birokrasi,” tegas Azmi.
Anggaran Kebencanaan Diminta Tak Menunggu Bencana
Sorotan berikutnya diarahkan terhadap belanja tidak terduga yang dalam RAPBD 2027 direncanakan sebesar Rp12,55 miliar atau meningkat 25,50 persen dibandingkan tahun anggaran 2026.
Fraksi PDI Perjuangan mengingatkan penanganan bencana tidak boleh hanya mengandalkan anggaran setelah bencana terjadi.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya







