TOTALBANTEN.COM, SERANG – Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Serang tahun 2026 menyimpan kejanggalan fiskal yang menjulang, memicu kritik tajam dari kalangan aktivis.
Dokumen anggaran tersebut menunjukkan adanya pola terbalik yang mengorbankan pembangunan infrastruktur demi membiayai birokrasi.
Data menunjukkan, anggaran yang seharusnya menopang proyek fisik dan pelayanan publik justru dipangkas secara brutal, sementara belanja rutin untuk aparatur negara nyaris tidak tersentuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Komposisi ini menegaskan kembali wajah lama birokrasi yang rakus anggaran di Serang.
Pembangunan Hancur, Gaji Pegawai Tetap Fantastis
Pusat masalah terletak pada Belanja Modal yang menjadi indikator investasi daerah. Pos vital ini mengalami penurunan drastis hingga lebih dari 80 persen.
Pada APBD 2025, belanja modal mencapai Rp406 miliar. Namun, di RAPBD tahun 2026 hanya Rp70 miliar.
Pemangkasan setara Rp335 miliar ini secara matematis akan melumpuhkan proyek-proyek vital.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya






