RAPBD Kabupaten Serang 2026: Belanja Pembangunan Dikebiri, Belanja Pegawai Lebih Bengkak

Kamis, 30 Oktober 2025 - 22:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAPBD Kabupaten Serang 2026 Menuai Sorotan dan Kritikan Dari Berbagai Kalangan Terkhusus Mahasiswa, Mengingat Belanja Pembangunan Dikebiri, 
Belanja Pegawai Lebih Bengkak.

RAPBD Kabupaten Serang 2026 Menuai Sorotan dan Kritikan Dari Berbagai Kalangan Terkhusus Mahasiswa, Mengingat Belanja Pembangunan Dikebiri, Belanja Pegawai Lebih Bengkak.

Ironisnya, di saat yang sama, Belanja Pegawai tetap bercokol di angka yang fantastis, yaitu sekitar Rp1,5 triliun atau 48,2 persen dari total proyeksi APBD 2026 yang mencapai Rp3,1 triliun.

Angka ini hanya berkurang tipis Rp62 miliar dari tahun sebelumnya, menandakan bahwa hampir seluruh APBD Serang tetap terserap untuk menggaji aparatur, bukan membangun daerah.

BACA JUGA :  Bongkar Korupsi Hingga Akar, PSI Banten Dorong Pengesahan RUU Perampasan Aset; Koruptor Auto Miskin

Koordinator Aliansi Mahasiswa Banten untuk Rakyat (Ambara) Soheh, mengecam keras ketimpangan ini. Ia menilai, alokasi yang tidak proporsional ini adalah bencana pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dengan penurunan anggaran belanja modal dari Rp406 Miliar menjadi hanya Rp70 Miliar, realisasi semua pembangunan akan sangat sulit tercapai. Penurunan drastis ini berdampak signifikan pada skala dan prioritas proyek yang dapat dilaksanakan,” tegas Soheh, Kamis (30/10/2025).

BACA JUGA :  Website JDIH Cilegon 'Setengah Hidup' Dokumen Produk Hukum Tak Bisa Diakses

Soheh menambahkan, kondisi ini semakin miris mengingat alokasi Rp70 miliar tersebut harus dibagi untuk enam sub-bidang belanja modal.

“Alokasi Rp70 Miliar yang dibagi ke dalam enam bidang pembangunan akan menghasilkan anggaran yang sangat terbatas untuk setiap bidang. Kondisi ini tidak ideal, terutama jika dibandingkan dengan anggaran belanja pegawai yang mencapai Rp1,5 Triliun,” ujarnya.

BACA JUGA :  Tingkat Popularitas Andra Vs Dimyati di Medsos, Pengamat; Harus Jadi Acuan!

Logika Fiskal yang Terbalik

Ketidakseimbangan ini jelas bertentangan dengan prinsip keseimbangan yang dianjurkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), yang menghendaki agar pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik tidak terhambat oleh dominasi belanja aparatur.

Penulis

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iip Makmur Ingin Kader PKS di Banten Ada di Tengah-tengah Rakyat
Senyum Bahagia 87 Pasien Katarak di Serang Kembali Melihat Dunia Berkat Operasi Gratis
9.000 Jamaah Haji Banten Menuju Mekkah
Revisi RTRW Kabupaten Serang: Antara Kepentingan Investor dan Sawah Dilindungi
Perkim Serang Tandatangani Usulan RTLH Milik Kusnadi Desa Sindangheula
Perkim Kabupaten Serang Berjibaku “Melawan” Kawasan Kumuh di Tengah Krisis Fiskal
Habiskan Rp. 3,84 Miliar, Jalan Majau-Mekarwangi Rampung
Sebanyak 7.122 Rutilahu Mandeg, Masalah Lahan ‘Tak Clear and Clean’ Jadi Batu Sandungan di Kabupaten Serang

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 17:55

Senyum Bahagia 87 Pasien Katarak di Serang Kembali Melihat Dunia Berkat Operasi Gratis

Kamis, 23 April 2026 - 18:58

9.000 Jamaah Haji Banten Menuju Mekkah

Rabu, 22 April 2026 - 23:27

Revisi RTRW Kabupaten Serang: Antara Kepentingan Investor dan Sawah Dilindungi

Selasa, 21 April 2026 - 15:15

Perkim Serang Tandatangani Usulan RTLH Milik Kusnadi Desa Sindangheula

Selasa, 21 April 2026 - 15:05

Perkim Kabupaten Serang Berjibaku “Melawan” Kawasan Kumuh di Tengah Krisis Fiskal

Berita Terbaru