Jejak Desainer dari Milan: Membangun ‘Tembok Anti-Rentenir’ Lewat Koperasi Fesyen Rhamala Serang

Jumat, 31 Oktober 2025 - 19:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan MoU saat peluncuran Kampung Fashion Rhamala (Dok)

Penandatanganan MoU saat peluncuran Kampung Fashion Rhamala (Dok)

TOTALBANTEN.COM, SERANG — Di balik gemerlap desain modest fashion yang sukses menembus panggung internasional, ada kisah pemberdayaan warga lokal yang kini berhimpun di bawah payung ekonomi kerakyatan.

Kampung Fashion Rhamala, sentra produksi fesyen di Serang, Banten, pada Jumat (31/10/2025) resmi meluncurkan Koperasi Rauda Vazha Madani (RVM).

Peluncuran ini bukan sekadar seremoni. Ia menandai sebuah langkah strategis untuk memperkuat pondasi ekonomi warga Kampung Majalawang, Kecamatan Taktakan, sekaligus menyediakan solusi finansial yang sehat sebuah “tembok” melawan jerat pinjaman online ilegal dan rentenir.

Pendiri sekaligus pengelola Kampung Fashion Rhamala, Lia Amalia, yang merupakan desainer modest fashion ternama, menjelaskan visi mulia di balik pendirian koperasi.

“Inisiatif Koperasi ini kami bentuk dari nol sejak lima tahun lalu. Awalnya, kami ingin mengatasi persoalan di masyarakat yang rentan menggunakan jasa pinjaman online atau rentenir untuk kebutuhan rumah tangga,” ujar Lia Amalia, lulusan Italian Fashion School yang kini memilih berkarya di Serang.

BACA JUGA :  Kota Serang Menuju Arah Baru, Industri Manufaktur hingga Gedung Pencakar Langit Bisa Masuk!

Alih-alih memberi bantuan cuma-cuma, Lia membangun unit usaha berbasis masyarakat. Model bisnis ini memastikan warga tidak hanya menerima modal, tetapi memiliki pekerjaan tetap dan hak kepemilikan.

“Hampir semua proses produksi dikerjakan bersama warga, mulai dari penjahitan, finishing, pengemasan, distribusi, hingga pemasaran,” tambahnya.

Penulis

BACA JUGA :  Setu Fest 2025: Dari Ekonomi Lokal hingga Koperasi Merah Putih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page