TOTALBANTEN.COM, SERANG – PT BPR Serang mulai mempersiapkan penyaluran Penghasilan Tetap dan Tunjangan serta Insentif (SILTUNTIF) bagi perangkat desa melalui perpindahan payroll dari Bank BJB ke BPR Serang.
Persiapan tersebut juga mencakup penguatan layanan digital, termasuk fasilitas mobile banking yang ditargetkan mulai diluncurkan pada November 2026.
Direktur Utama PT BPR Serang, Dadi Suryadi, mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung perpindahan payroll tersebut. Ia memastikan koordinasi dengan Bank BJB telah dilakukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Insyaallah kita menyiapkan segala hal untuk perpindahan payroll dari BJB ke BPR. Pada dasarnya kita sudah bisa bekerja sama dengan Bank BJB,” ujar Dadi usai sosialisasi penyaluran SILTUNTIF di Hotel Marbella, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, Rabu (28/10/2026).
Menurut Dadi, pengembangan layanan digital BPR Serang akan didukung oleh Bank BJB. Salah satu layanan yang disiapkan ialah mobile banking untuk memudahkan transaksi perangkat desa.
“Digitalisasinya kita memakai Bank BJB. Termasuk m-banking yang selama ini dipertanyakan desa, akan kita pakai dengan BJB,” katanya.
Ia menargetkan layanan mobile banking tersebut dapat diluncurkan pada November 2026.
“Insyaallah di bulan November kita akan launching m-banking-nya, untuk mempermudah pelayanan yang ada di desa-desa,” ujarnya.
Dadi menegaskan, persiapan perpindahan payroll dan pengembangan layanan digital harus dilakukan secara matang. Menurutnya, perubahan sistem tidak boleh berdampak pada penurunan kualitas pelayanan kepada pemerintah desa.
“Kalau pelayanan kita menurun dari yang sudah ada, itu juga menjadi kinerja kita. Makanya kita akan persiapkan semuanya,” tegasnya.
Untuk mempercepat proses perpindahan, BPR Serang berencana mendatangi desa-desa guna membuka rekening tabungan bagi perangkat desa.
Pembukaan rekening tersebut dijadwalkan mulai pekan depan dengan melibatkan seluruh cabang, kantor kas, serta layanan mobil keliling BPR Serang.
“Minggu depan untuk pembukaan rekening kita akan ke desa-desa. Semua cabang, kantor kas, dan mobil keliling akan turun untuk membuka rekening tabungan,” jelasnya.
Terkait waktu efektif penyaluran SILTUNTIF, Dadi menyebut pelaksanaannya akan dilakukan setelah proses pembukaan rekening dan persiapan sistem digitalisasi selesai.
“Kalau semuanya sudah selesai, buka rekening sudah selesai dan digitalisasinya sudah selesai, secepatnya bisa langsung,” katanya.
Ia menambahkan, pelaksanaan penyaluran SILTUNTIF juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
Dadi turut menyinggung mekanisme C2C yang saat ini telah berjalan rutin setiap bulan. Sebelumnya, mekanisme tersebut dilakukan dalam periode tiga bulanan.
“Sekarang kan C2C sudah rutin setiap bulan. Kalau dulu tiga bulan,” pungkasnya.
Editor : Engkos Kosasih