Selain A dan F, Sellydayanti menyebut seorang perempuan yang dipanggil Mami serta seseorang berinisial R sebagai pihak yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.
“Saya lagi ngobrol, tiba-tiba tangan saya ketarik. Setelah itu, saya didorong di bagian dada. Dari belakang, saya mendapat pukulan, kemudian kena sabetan juga,” katanya.
Sellydayanti mengaku mengalami sejumlah memar dan goresan akibat kejadian itu. Bersama suaminya, ia kemudian mendatangi kepolisian untuk membuat laporan dan menjalani pemeriksaan visum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dampak kejadian tersebut, kata dia, masih dirasakannya hingga sekarang. Ia mengaku terkadang menangis ketika terkejut atau menghadapi situasi yang mengingatkannya pada peristiwa tersebut.
“Saya kadang masih trauma. Kalau tiba-tiba kaget, saya bisa langsung menangis,” pungkasnya.
Hingga berita ini ditayangkan, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada belum merespons upaya konfirmasi yang dilakukan TOTALBANTEN.COM terkait penanganan laporan dugaan pengeroyokan tersebut.
Sementara itu, Kasi Humas Polresta Tangerang Ipda Tri Laksono Febrianto mengatakan akan melakukan pengecekan kepada satuan reserse kriminal (Reskrim) yang menangani perkara tersebut.
“Nanti saya cek dulu ke Reskrim,” kata Tri singkat.
Editor : Engkos Kosasih







