Abu Vulkanik Anak Krakatau Mengancam Kesehatan, Dinkes Banten Siagakan Faskes 24 Jam

Senin, 7 September 2026 - 12:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Nomor 400.7/3234/DINKES/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dok)

Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Nomor 400.7/3234/DINKES/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Dok)

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinkes Banten meminta setiap fasilitas kesehatan memastikan ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis penting. Persiapan meliputi ambulans, sistem rujukan, tabung oksigen, pulse oximeter, obat bronkodilator, inhaler dan spacer, cairan pembilas mata steril, APD serta respirator partikulat seperti N95, KN95 dan KF94 bagi petugas.

Tenaga kesehatan di lapangan juga diminta melakukan pemantauan harian terhadap kasus gangguan pernapasan. Pemantauan diprioritaskan terhadap kelompok rentan, mulai dari bayi, anak-anak, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas hingga warga dengan penyakit kronis.

BACA JUGA :  Beasiswa SEHAT 2026 Dibuka, Mahasiswi Poltekkes Bisa Dapat Bantuan hingga Rp10 Juta per Semester

Data kasus tersebut akan dianalisis dan dikoordinasikan dengan BMKG, BPBD serta Dinas Lingkungan Hidup, terutama terkait kondisi kualitas udara dan konsentrasi partikulat PM2,5 serta PM10. Hasil pemantauan selanjutnya dilaporkan melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dinkes Banten juga mengingatkan masyarakat melakukan perlindungan dari dalam rumah. Warga diminta menutup rapat pintu, jendela dan celah yang berpotensi menjadi jalan masuk abu vulkanik.

BACA JUGA :  7 SRU Dikerahkan, Pencarian 8 Orang Hilang di Selat Sunda Masih Nihil

“Tempat penyimpanan air dan makanan juga harus ditutup rapat agar tidak terkontaminasi abu,” kata Ati

Saat membersihkan abu yang masuk ke lingkungan rumah, masyarakat diminta membasahinya terlebih dahulu agar partikel tidak kembali beterbangan. Warga juga diminta menghindari metode menyapu abu dalam kondisi kering.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum
Kecewa Audiensi Ditunda, Aktivis KNPI Sisir Ruangan Pimpinan DPRD Pandeglang

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page