Nelayan Kota Serang Protes Alokasi Insentif Pajak dan Retribusi Rp21,76 Miliar; Harusnya Gaji Saja Cukup

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Kota Serang, Sumantri, Saat memberikan keterangan kepada pers, Dok (Totalbanten.com)

Warga Kota Serang, Sumantri, Saat memberikan keterangan kepada pers, Dok (Totalbanten.com)

Selain itu, pengelolaan keuangan daerah juga mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD).

Respon Wali Kota Serang

Wali Kota Serang Budi Rustandi tidak membantah adanya alokasi anggaran tersebut. Namun, ia meminta agar publik membedakan antara alokasi anggaran dan realisasi pembayaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budi mengatakan, angka Rp1,86 miliar untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota merupakan alokasi dalam APBD Murni TA 2026. Angka tersebut, kata dia, tidak serta-merta berarti uang itu telah diterima atau dicairkan.

BACA JUGA :  Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Tukang Becak di Kota Serang Ditemukan Meninggal Membusuk

“Perlu kami luruskan bahwa angka tersebut merupakan alokasi anggaran dalam APBD Murni TA 2026, bukan berarti Wali Kota dan Wakil Wali Kota telah menerima atau mencairkan uang sebesar Rp1,86 miliar,” kata Budi.

Menurut Budi, angka tersebut berubah dalam Rancangan APBD Perubahan tahun 2026. Target penerimaan pajak dan retribusi meningkat menjadi Rp571 miliar.

BACA JUGA :  Pemkot Serang Terima Setoran Rp1,7 Miliar dari Pelanggar Perda, Budi Rustandi; Itu Kan Bukan Saya!

Sementara alokasi insentif pajak dan retribusi menurun menjadi Rp1,06 miliar. Angka itu terdiri atas insentif pajak sebesar Rp822 juta dan insentif retribusi sebesar Rp244 juta.

Budi menjelaskan, penganggaran insentif berpedoman pada PP Nomor 69 Tahun 2010. Kenaikan target pendapatan tidak otomatis membuat alokasi insentif ikut meningkat.

“Kenaikan target pendapatan tidak serta-merta membuat alokasi insentif harus meningkat, karena besaran insentif tidak harus menggunakan batas maksimal yang diperkenankan dalam ketentuan,” ujarnya.

BACA JUGA :  UIN SMH Banten dan Kejari Serang Jalin Kolaborasi Pendidikan dan Hukum

Budi menegaskan bahwa angka yang tercantum dalam APBD merupakan alokasi anggaran, bukan otomatis menjadi uang yang telah diterima oleh penerima insentif.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyeksi APBD Pandeglang Tahun 2027 Melenceng dari RPJMD Era Dewi-Iing
Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:19

Proyeksi APBD Pandeglang Tahun 2027 Melenceng dari RPJMD Era Dewi-Iing

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:18

Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page