Gubernur Banten Hindari Pertanyaan soal Anggaran Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Banten, Andra Soni, (Dok)

Gubernur Banten, Andra Soni, (Dok)

TOTALBANTEN.COM, SERANG – Gubernur Banten Andra Soni tidak memberikan tanggapan saat dimintai penjelasan mengenai anggaran belanja jasa tenaga ahli Pemerintah Provinsi Banten yang mencapai Rp55,47 miliar pada APBD 2026.

Seusai menghadiri kegiatan Pengukuhan BUMDes di Pendopo KP3B, Kota Serang, Kamis (23/7/2026), Andra memilih meninggalkan lokasi tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Sorotan terhadap belanja tenaga ahli mencuat karena nilainya terus meningkat dalam tiga tahun terakhir, berbanding terbalik dengan tren penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Banten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan dokumen APBD Provinsi Banten, alokasi belanja jasa tenaga ahli pada 2024 tercatat sekitar Rp38 miliar. Anggaran tersebut kemudian naik menjadi Rp52,38 miliar pada APBD 2025 atau bertambah sekitar Rp14,38 miliar.

BACA JUGA :  Daftar OPD Paling Banyak Serap Belanja Tenaga Ahli Rp55,47 Miliar di Pemprov Banten

Pada APBD 2026, anggaran kembali meningkat menjadi Rp55,47 miliar, atau naik sekitar Rp3,09 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, belanja jasa tenaga ahli bertambah lebih dari Rp17 miliar dibandingkan 2024 atau meningkat sekitar 46 persen.

Penelusuran Total Banten menunjukkan anggaran tersebut tersebar dalam sedikitnya 184 paket pekerjaan tenaga ahli di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Di dalamnya termasuk alokasi tenaga ahli untuk fraksi DPRD Provinsi Banten yang mencapai sekitar Rp4,5 miliar, sementara sisanya tersebar di OPD, termasuk tenaga ahli bidang konstruksi dan berbagai bidang teknis lainnya.

BACA JUGA :  Diresmikan Jadi Destinasi Wisata, Status Penguasaan Pulau Lima oleh Swasta Dipertanyakan

Kenaikan anggaran itu terjadi ketika kapasitas fiskal daerah justru terus menyusut. APBD Banten yang pada 2024 masih sebesar Rp11,73 triliun, turun menjadi Rp10,50 triliun pada 2025, lalu kembali berkurang menjadi Rp10,27 triliun pada 2026.

Artinya, dalam kurun tiga tahun APBD Banten menyusut sekitar Rp1,46 triliun, sementara belanja jasa tenaga ahli justru terus meningkat.

Saat dimintai penjelasan mengenai dasar kenaikan anggaran tersebut, Gubernur Andra Soni tidak memberikan jawaban dan memilih meninggalkan wartawan.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten, Mahdani, mengaku masih melakukan pengecekan terhadap rincian anggaran tersebut.

“Nanti kita cek dulu,” kata Mahdani.

BACA JUGA :  Waduh! Korps Adhyaksa Tercoreng, Oknum Jaksa Inisial RZ Diciduk KPK

Belanja jasa tenaga ahli umumnya digunakan untuk mendukung penyusunan kebijakan, kajian teknis, pendampingan program, konsultasi, penelitian, hingga penyediaan keahlian tertentu yang belum tersedia di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).

Namun, besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penggunaannya. Sebab, hampir seluruh OPD di lingkungan Pemprov Banten telah memiliki aparatur yang menjalankan fungsi perencanaan, pengawasan, penelitian, dan penyusunan kebijakan.

Hingga berita ini diterbitkan, Total Banten masih menelusuri rincian 184 paket tenaga ahli tersebut, termasuk dasar pengalokasian anggaran, sebaran penerima terbesar di masing-masing OPD, mekanisme penunjukan, serta capaian kinerja yang dihasilkan dari penggunaan anggaran lebih dari Rp55 miliar tersebut.

Editor : Engkos Kosasih

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Proyeksi APBD Pandeglang Tahun 2027 Melenceng dari RPJMD Era Dewi-Iing
Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM
Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang
Enam Fraksi DPRD Kabupaten Serang Soroti Dua Raperda Usulan Bupati
RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien
Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi
Jalan Desa Jadi Prioritas, Pemkab Serang Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Masyarakat
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Serang Molor Dua Jam, Fraksi PDI-P Enggan Bacakan Pandangan Umum

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:19

Proyeksi APBD Pandeglang Tahun 2027 Melenceng dari RPJMD Era Dewi-Iing

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:08

Pansus DPRD Banten Kawal Penyertaan Modal Jamkrida Rp163,5 Miliar agar Berdampak bagi UMKM

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:30

Bupati Serang Jawab Enam Fraksi, Revisi RTRW dan Penyertaan Modal BPR Disorot Enam Fraksi, Begini Jawaban Bupati Serang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:59

RSDP Serang Evaluasi Layanan IGD untuk Perkuat Mutu Pelayanan Pasien

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:00

Bupati Serang Sasar Pemerataan Infrastruktur hingga Pelosok Desa, 26 Ruas Jalan Diusulkan ke Provinsi

Berita Terbaru

You cannot copy content of this page