TOTALBANTEN.COM, PANDEGLANG -Air mata seorang remaja Abdoel Hafidz tak mampu dibendung ketika mengetahui dirinya dapat melanjutkan pendidikan di SMK PGRI Pandeglang tanpa dibebani biaya sekolah.
Bagi remaja asal Kampung Cilaja, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang itu, sekolah gratis bukan sekadar kebijakan pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup.
“Saya ingin memeluk Pak Gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya,” ujar Hafidz, Kamis (16/7/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ucapan itu lahir dari seorang remaja yang beberapa bulan terakhir harus menghadapi kenyataan pahit.
Sekitar 80 hari lalu, ia kehilangan ibunya setelah berjuang melawan gagal ginjal.
Sejak September 2025, Hafidz hampir setiap hari mendampingi sang ibu menjalani pengobatan, mulai dari RS Seruni Harfiah Lestari Pandeglang hingga dirujuk ke RSUD Banten di Kota Serang.
Sepeninggal ibunya, kehidupan Hafidz berubah drastis. Ia kini tinggal bersama adik laki-lakinya yang baru masuk kelas VII SMP. Sementara ayahnya, Yadi Sugianto, bekerja sebagai buruh harian proyek bangunan di Tangerang dan hanya pulang setiap dua pekan, bahkan terkadang sebulan sekali.
Kebutuhan sehari-hari Hafidz dan adiknya dibantu paman serta bibinya yang tinggal di belakang rumah. Sang ayah mengirimkan nafkah melalui rekening milik almarhum istrinya yang kini dikelola Hafidz untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah, hingga uang saku adiknya.
Di tengah keterbatasan ekonomi, Hafidz tak pernah kehilangan semangat belajar. Semasa SMP, ia aktif dalam kegiatan Pramuka dan dipercaya menjadi bendahara karena dinilai disiplin serta bertanggung jawab. Di luar sekolah, ia juga bergabung dengan sanggar seni Rampak Bedug sebagai bentuk kecintaannya terhadap budaya daerah.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya








