“Potensi setiap desa berbeda-beda. Jika potensinya pertanian, maka harus dikelola dan dikomersialisasikan. Jika memiliki potensi wisata, maka didorong menjadi desa wisata. Begitu juga sektor kelautan maupun UMKM, semuanya harus dikembangkan sesuai karakteristik daerah masing-masing,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut membutuhkan dukungan dan kolaborasi pemerintah daerah agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Terkait perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih secara nasional, Farida menyebut pembangunan dan operasionalisasi koperasi terus berjalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berdasarkan laporan yang kami terima, sekitar 22 ribu unit masih dalam proses pembangunan. Sebanyak 12.300 unit sudah selesai 100 persen, sementara titik lokasi yang telah terkumpul mencapai 35 ribu. Untuk koperasi yang sudah mulai beroperasi sebanyak 1.061 unit yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden Prabowo di Nganjuk,” katanya.
Pemerintah, lanjut Farida, menargetkan hingga Agustus 2026 sebanyak 30 ribu bangunan Koperasi Desa Merah Putih yang telah selesai dapat mulai beroperasi.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan program pendidikan dan pelatihan bagi 35 ribu manajer Koperasi Desa Merah Putih yang nantinya akan ditempatkan di berbagai daerah untuk mengelola koperasi secara profesional.
Sementara itu, Gubernur Banten mengatakan koperasi memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Editor : Engkos Kosasih
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya