TOTALBANTEN.COM, SERANG – Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Banten menunjukkan tren positif pada April 2026. Nilai ekspor daerah ini mencapai US$1,26 miliar atau setara sekitar Rp20,6 triliun (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS), meningkat 39,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, peningkatan ekspor tersebut belum mampu menutup tingginya nilai impor yang masih mendominasi aktivitas perdagangan. Pada bulan yang sama, nilai impor Banten tercatat mencapai US$4,06 miliar atau sekitar Rp66,15 triliun, naik 6,86 persen dibandingkan April 2025.
Dengan demikian, Banten masih mengalami defisit neraca perdagangan sekitar US$2,79 miliar atau setara Rp45,5 triliun dalam satu bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Data tersebut tercantum dalam Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten pada 2 Juni 2026.
Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026 nilai ekspor Banten mencapai US$4,26 miliar atau sekitar Rp69,4 triliun, meningkat 2,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan ekspor migas yang melonjak hingga 374,69 persen menjadi US$102,04 juta atau sekitar Rp1,66 triliun. Sementara itu, ekspor nonmigas yang menjadi tulang punggung perdagangan Banten tumbuh 0,72 persen menjadi US$4,15 miliar atau sekitar Rp67,7 triliun.
Di antara sepuluh komoditas ekspor nonmigas terbesar, kelompok besi dan baja (HS 72) mencatatkan peningkatan tertinggi. Nilai ekspornya naik 68,51 persen atau bertambah sekitar US$147,87 juta setara Rp2,41 triliun dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sebaliknya, komoditas kakao dan olahannya (HS 18) mengalami penurunan terdalam. Nilai ekspor komoditas tersebut menyusut sebesar US$161,61 juta atau sekitar Rp2,63 triliun, turun 38,83 persen dibandingkan Januari-April 2025.
Sumber Berita : BPS Banten
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya
