NTP Banten Mei 2026 Naik Menjadi 110,57: Sektor Padi Menguat, Sektor Peternakan Lesu

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Banten Mei 2026, dok; (Bpsbanten)

Perkembangan Nilai Tukar Petani Provinsi Banten Mei 2026, dok; (Bpsbanten)

Perikanan Tangkap & Nelayan (NTN), nilai Tukar Nelayan turun 0,64 persen menjadi 98,18. Penurunan harga ikan Banjar-banjar (3,65 persen) dan ikan ekor kuning (2,07 persen) menjadi penyebab utamanya.

Kendati demikian, subsektor pembudidaya ikan (NTPi) menjadi anomali di sektor kelautan dengan mencatat kenaikan 0,31 persen menjadi 103,93, ditopang oleh menguatnya harga komoditas bandeng payau (0,76 persen) dan udang payau (0,74 persen).

BACA JUGA :  Akses Layanan Kesehatan di Banten Masih Bertumpu pada Klinik dan Apotek, Sebaran Rumah Sakit Belum Merata

Daya Beli dan Perbandingan Nasional

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi pengeluaran, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di perdesaan Banten mengalami inflasi tipis sebesar 0,10 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang kenaikan tertinggi sebesar 0,20 persen. Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan pakaian justru mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,65 persen dan 0,10 persen.

BACA JUGA :  Banten Menuju Fase Penduduk Menua, Bonus Demografi Masih Jadi Modal Utama

Secara nasional, posisi kesejahteraan petani Banten berada di papan tengah. Dari 38 provinsi di Indonesia, 33 provinsi mencatatkan angka NTP di atas 100.

Secara keseluruhan, meski NTP Banten Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan positif secara agregat, ketimpangan antar-subsektor masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Keberpihakan regulasi tata niaga pangan, khususnya untuk menstabilkan harga pakan ternak dan mengontrol pasokan unggas, mendesak dilakukan agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh sebagian kelompok petani saja.

BACA JUGA :  Bansos Rakyat Miskin Kalah oleh Belanja Internet Pemprov Banten

Editor : Engkos Kosasih

Sumber Berita : totalbanten.com

Follow WhatsApp Channel totalbanten.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang
Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat
Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru
Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi
10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?
Tiga OPD di Kabupaten Serang Kuasai Separuh Anggaran Sewa Hotel Rp8,31 Miliar
Sewa Hotel Rp8,31 Miliar Kerap di Luar Daerah, Kabag Perekonomian Sentil OPD Kabupaten Serang
Pengamat Soroti Ketimpangan Ekonomi Banten, Meksi Tumbuh 5,64 Persen
Jika Anda menemukan kekeliruan dalam pemberitaan kami, ingin memberikan saran pengembangan konten, atau ingin menggunakan Hak Jawab dan Hak Koreksi sesuai dengan Undang-Undang Pers, silakan hubungi kami melalui kontak yang tersedia di website kami.

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 13:41

Dari Sampah Menjadi Bahan Bakar, Wamenko Pangan Tinjau RDF Berkapasitas Ribuan Ton di Indah Kiat Serang

Selasa, 1 September 2026 - 15:34

Indonesia Butuh 456.000 Talenta Digital per Tahun, Pelatihan Vokasi Diperkuat

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:00

Urgensi Logo Baru Bank Banten di Tengah Potensi Belanja Baru

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:39

Wirasinga Juara Lomba Desa Kabupaten Pandeglang, Inovasi Opak Antar ke Tingkat Provinsi

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:40

10 Tahun Bank Banten; Pembayaran Pajak Digital Masih Numpang Bank BJB, Arus RKUD Bocor?

Berita Terbaru

Ketua komisi II DPRD Pandeglang, Yangto, memberikan keterangan kepada pers, Dok (Gun/Totalbanten.com)

Legislatif

DPRD Pandeglang: Pokir Tak Boleh Jadi Ruang Pungutan

Kamis, 10 Sep 2026 - 16:00

You cannot copy content of this page