Perikanan Tangkap & Nelayan (NTN), nilai Tukar Nelayan turun 0,64 persen menjadi 98,18. Penurunan harga ikan Banjar-banjar (3,65 persen) dan ikan ekor kuning (2,07 persen) menjadi penyebab utamanya.
Kendati demikian, subsektor pembudidaya ikan (NTPi) menjadi anomali di sektor kelautan dengan mencatat kenaikan 0,31 persen menjadi 103,93, ditopang oleh menguatnya harga komoditas bandeng payau (0,76 persen) dan udang payau (0,74 persen).
Daya Beli dan Perbandingan Nasional
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari sisi pengeluaran, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di perdesaan Banten mengalami inflasi tipis sebesar 0,10 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang kenaikan tertinggi sebesar 0,20 persen. Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan pakaian justru mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,65 persen dan 0,10 persen.
Secara nasional, posisi kesejahteraan petani Banten berada di papan tengah. Dari 38 provinsi di Indonesia, 33 provinsi mencatatkan angka NTP di atas 100.
Secara keseluruhan, meski NTP Banten Mei 2026 menunjukkan pertumbuhan positif secara agregat, ketimpangan antar-subsektor masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah. Keberpihakan regulasi tata niaga pangan, khususnya untuk menstabilkan harga pakan ternak dan mengontrol pasokan unggas, mendesak dilakukan agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati oleh sebagian kelompok petani saja.
Editor : Engkos Kosasih
Sumber Berita : totalbanten.com








